Sunday, May 13, 2012

Komunitas - Lubang Jarum Indonesia

Contoh kamera lubang jarum

Hari ini saya diajak oleh Teman untuk hunting foto dengan sebuah kamera yang tak biasa dan diajak mengenal sebuah komunitas baru yang berdiri di Makassar, Komunitas Lubang Jarum Indonesia nama komunitas itu. Media yang sering saya liat digunakan dalam komunitas ini adalah Kaleng rokok, kaleng biskuit, bekas minuman teh yang berbentuk kotak dan masih banyak lagi. Sebenarnya saya sedikit bingung dengan proses penjepretan menggunakan kamera ini tapi saya akan coba menjelaskannya secara sederhana.
  • Isi media kamera dengan kertas foto negatif diruangan yang tak ada cahayanya sama sekali, ruangan ini sering disebut kamar gelap. Dikomunitas ini kamar gelap dibuat dengan bisa dipindah tempatkan.

      Contoh Kamar gelap yang digunakan.
  • Pastikan kertas foto tidak terbalik dalam proses pemasangannya dikamar gelap.
  • Media kamera yang digunakan pastikan memiliki lensa (lubang sekecil jarum) sebagai tempat masuknya pantulan objek dari sinar matahari yang telah disorot.
  • Waktu pengambilan gambar sangat dipengaruhi oleh panas matahari dilokasi, jika terlalu lama gambar akan terlihat hitam, jika terlalu cepat gambar yang dihasilkan hanya putih saja.
  • Objek telah diambil dari media kamera lubang jarum, proses pencucian gambarnya juga harus dilakukan dalam kamar gelap. Didalam kamar gelap telah tersedia beberapa cairan untuk mencuci foto dari kertas foto negatif tersebut. Beberapa cairan tersebut antara lain: cairan Developer, cairan Fixer, dan Cuka.
  • Setelah dicuci oeh cairan tersebut gambar akan terlihat jelas dikertas foto tapi masih perlu di bilas oleh air biasa.

Hasil gambar kamera lubang jarum


Hasil gambar teman-teman yang lain

Contoh foto

contoh foto

Dalam 5 kali pengambilan gambar hasil yang berhasil bisa hanya satu gambar saja. Beberapa kesulitan dari penggunaan kamera ini adalah penghitungan waktu dalam pengambilan gambar terlalu lama / atau terlalu cepat, Kertas terbalik dalam pemasangan, Kamera terbuka sewaktu kertas telah terisi didalammnya, dan masih banyak kesulitan lainnya. Kesulitan itu kemudian hilang ketika kita telah terbiasa, insting pengambilan gambar kita juga semakin terasah oleh pengalaman. Kunci untuk menghasilkan gambar yang bagus itu sebenarnya hanya terus mengasah pengalaman tersebut dan tidak merasa bosan untuk mencoba. Beberapa orang yang saya temukan berhenti mempelajari kamera ini karena merasa tidak pernah berhasil dalam mengahasilkan gambar yang diinginkan tapi, disitulah seninya dari kamera ini. Kepuasan yang didapatkan dari proses yang dikatakan sulit itu jauh lebih terasa nantinya. Mari belajar dengan hal yang baru.

No comments:

Post a Comment