Let's Share Knowledge... Lebih Baik Hidup Dengan Banyak Warna, Dari Pada Hidup Dengan Satu Warna!!!
Thursday, December 03, 2015
Friday, November 06, 2015
Seni Mural
Mural
berasal dari kata ‘murus’, kata dari Bahasa Latin yang memiliki arti
dinding. Dalam pengertian kontemporer, mural adalah lukisan berukuran
besar yang dibuat pada dinding (interior ataupun eksterior),
langit-langit, atau bidang datar lainnya. Akar muasal mural dimulai jauh
sebelum peradaban modern, bahkan diduga sejak 30.000 tahun sebelum
Masehi. Sejumlah gambar prasejarah pada dinding gua di Altamira,
Spanyol, dan Lascaux, Prancis, yang melukiskan aksi-aksi berburu,
meramu, dan aktivitas relijius, kerapkali disebut sebagai bentuk mural
generasi pertama.Mural
mulai berkembang menjadi mural modern di tahun 1920-an di Meksiko
dengan pelopornya antara lain Diego Rivera, Jose Clemente Orozco, dan
David Alfaro.
Tahun 1970-1990 Mural mulai memperlihatkan eksistensinya adalah Jean-Michel Basquiat , graffitinya di sudut-sudut kota dan stasiun di New York, dengan tulisan S.A.M.O. sebagai identitas. Hal ini kemudian menginspirasi banyak seniman lain untuk berkarya di ruang publik. Salah satu seniman yang terpengaruh adalah Keith Haring yang kemudian banyak mengerjakan dan dianggap sebagai seniman mural selama kariernya (Sentoso, 2003).
Mural di Indonesia sudah ada sejak zaman perang kemerdekan. Pada saat itu, para pejuang mengekspresikan keinginannya melalui graffiti. Walaupun dengan skill dan peralatan yang masih sederhana, konsep tulisan di dinding menjadi paling aman untuk mengekspresikan pendapat secara diam-diam pada saat itu (Gusman, 2005).
Beberapa tahun lalu stadion Gajayana Malang dipenuhi oleh karya seni mural. Namun kini telah lenyap oleh renovasi. Padahal ruang-ruang alternative seperti ini cukup penting sebagai wadah ekspresi anak-anak muda. Konsekuensinya, semakin banyak muncul mural-mural di berbagai ruang publik di Malang. Sebagian orang mungkin menganggap negatif, namun tidak bisa kita pungkiri saat ini kita berada di tengah budaya yang kompleks dan melahirkan warna-warna baru sebagai ekspresi seni.
Beberapa contoh mural :Tahun 1970-1990 Mural mulai memperlihatkan eksistensinya adalah Jean-Michel Basquiat , graffitinya di sudut-sudut kota dan stasiun di New York, dengan tulisan S.A.M.O. sebagai identitas. Hal ini kemudian menginspirasi banyak seniman lain untuk berkarya di ruang publik. Salah satu seniman yang terpengaruh adalah Keith Haring yang kemudian banyak mengerjakan dan dianggap sebagai seniman mural selama kariernya (Sentoso, 2003).
Mural di Indonesia sudah ada sejak zaman perang kemerdekan. Pada saat itu, para pejuang mengekspresikan keinginannya melalui graffiti. Walaupun dengan skill dan peralatan yang masih sederhana, konsep tulisan di dinding menjadi paling aman untuk mengekspresikan pendapat secara diam-diam pada saat itu (Gusman, 2005).
Beberapa tahun lalu stadion Gajayana Malang dipenuhi oleh karya seni mural. Namun kini telah lenyap oleh renovasi. Padahal ruang-ruang alternative seperti ini cukup penting sebagai wadah ekspresi anak-anak muda. Konsekuensinya, semakin banyak muncul mural-mural di berbagai ruang publik di Malang. Sebagian orang mungkin menganggap negatif, namun tidak bisa kita pungkiri saat ini kita berada di tengah budaya yang kompleks dan melahirkan warna-warna baru sebagai ekspresi seni.






Subscribe to:
Posts (Atom)
FanPage Taste Of Knowledge
Popular Posts
-
Arsenal secara mengejutkan kembali mendatangkan kiper veteran nan kontroversial, Jens Lehmann pekan lalu untuk mengatasi krisis di bawah mis...
-
Minggu ini kayaknya ada virus baru yang menyebar di kelasku. Apakah itu? Origami! :D Ya, origami. Origami itu seni melipat kertas dari Je...
-
Agama Islam di Asia……????? Perlu diketahui bahwa Pakistan merupakan Negara yang memisahkan diri dari India. Pada Abad ke- 13 s/d 15 agama Is...
-
H idup memang seperti sebuah alur cerita dalam film. Kita, manusia adalah para pemerannya. Allah adalah Sang Sutradara yang mengatur jalanny...
-
Saya tidak tahu apakah ini termasuk kategori pornografi atau nggak, tetapi mudah-mudahan sih nggak. Saya pernah dijelaskan oleh orang yang ...






























































































