Tuesday, March 27, 2012

Seuntai Nasehat - Sikap Seorang Muslim Menyikapi Kenaikan BBM (Bag. 2)



Sesungguhnya segala keresahan dan kesedihan yang dialami kaum muslimin adalah ujian dari Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Jika ada yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa capek, sakit, kebingunan, kesedihan, kezhaliman orang lain, kesempitan hati, sampai duri yang menancap di badannya maka Allah akan jadikan semua itu sebagai penghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)

Mengingat hadis ini, sikap selanjutnya terkait kenaikan BBM: dilihat dari sudut pAndang takdir, kenaikan BBM adalah musibah yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk menguji kaum muslimin, sekaligus menjadi penghapus dosa mereka. Keresahan yang mereka alami, hakikatnya adalah penghapus dosa yang pernah mereka lakukan. Siapa yang bersabar dan meniti jalan kebenaran maka Allah akan hapuskan dosa-dosanya dan akan Allah berikan jalan keluar terbaik.

Allah berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka akan Allah berikan jalan keluar. Allah akan berikan rezeki dari jalur yang tidak mereka perhitungkan..” (QS. At-Thalaq: 2–3)

Dalam memahami konsep musibah, sikap yang harus kita kedepankan adalah menuduh pribadi kita sebagai sumber masalahnya. Masing-masing individu menuding dirinya bahwa bisa jadi musibah ini disebabkan karena perbuatan maksiat yang pernah kita lakukan. Sebagaimana yang Allah firmankan,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Segala bentuk musibah yang menimpa kalian, semuanya disebabkan ulah tangan (maksiat) kalian. Dan Allah telah memberi ampunan untuk banyak dosa.” (QS. As-Syuro: 30)

Ibnu katsir mengatakan,

أي:مهما أصابكم أيُّها الناس من المصائب فإنما هو عن سيئات تقدمت لكم

“Maksud ayat, musibah apapun yang menimpa kalian – wahai manusia – semuanya disebabkan maksiat yang kalian lakukan.” (Tafsir Ibn Katsir, 2:207)

Setelah kita memahami hal ini, sikap selanjutnya yang harus kita lakukan adalah memperbanyak taubat dan memohon ampunan kepada Allah. Sembari berharap agar Allah mengampuni kita dan memberikan penyelesaian terbaik bagi semuanya. Karena alasan inilah, para ulama selalu mengembalikan adanya musibah dengan nasihat taubat. Dikisahkan, dulu ada seorang ulama yang menerima pengaduan dari masyarakat; Harga-harga barang pada naik. Beliau lalu menasihatkan,

أنزلوها بالاسغفار

“Turunkan harga dengan banyak istighfar.”
Nasihat beliau ini didasari firman Allah di surat Nuh,

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ( ) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10 – 12)

Ayat ini merupakan jaminan, orang yang banyak memohon ampunan, akan Allah lapangkan rezeki dan keturunannya. Tapi perlu Anda catat tebal-tebal, ini hanya bisa dipahami dengan bahasa iman. Selama seseorang masih mengedepankan logika, selama itu pula dia akan kesulitan untuk menerimanya.
Contoh nyata penerapan adab ini, diterapkan Nabi Yunus, di saat beliau berada dalam kegelapan perut ikan. Nabi Yunus merengek, memohon ampun kepada Allah,

فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dia menyeru dalam kegelapan, dengan mengucapkan: Laa ilaaha illaa anta, subhaanak. Innii kuntu minad dzaalimiin. (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim).” (QS. Al-Anbiya: 87)

Adab selanjutnya, tetap jaga hati untuk husnu-zhan kepada Allah
Apapun yang menimpa diri Anda, jangan sampai menggiring Anda untuk berburuk sangka kepada Allah. Karena sekalipun itu musibah, hakikatnya Allah hendak memberikan kebaikan bagi Anda. Dengan musibah ini, Allah hendak menghapuskan dosa Anda, dan dengan musibah ini Allah hendak meninggikan derajat Anda. Jadi, apapun yang Allah berikan kepada Anda, hakikatnya untuk kebaikan Anda.

Perhatikan motivasi yang diberikan sahabat Ibnu Mas’ud berikut,

والذي لا إله غيرُه، ما أعطي عبدٌ مؤمن شيئاً خيرا من حسن الظن بالله عز وجل. والذي لا إله غيره، لا يحسن عبد بالله عز وجل الظن إلا أعطاه الله عز وجل ظنه، ذلك بأنَّ الخير في يده

“Demi Allah, Dzat yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Tidak ada pemberian untuk hamba beriman yang lebih baik dari pada husnu-zhan kepada Allah. Demi Allah, jika seorang hamba berbaik sangka kepada Allah, maka pasti Allah akan memberikan sesuai persangkaannya. Karena semua kebaikan ada di tangan Allah.” (HR. Ibnu Abid Dunya)

Bagaimana agar bisa disebut husnu-zhan kepada Allah? Caranya, paksa hati Anda untuk meyakini bahwa ujian yang saat ini sedang menimpa Anda adalah penghapus dosa Anda. Jaga hati dan lisan baik-baik, jangan sampai mengucapkan sesuatu yang mengundang murka Allah. Hindari perasaan, Allah tidak adil, Allah zhalim, Allah mengurangi jatah rezekiku, dimana kemurahan Allah,… dst.

Hindari.., jangan sampai kita benci ketetapan Allah. Hadis dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ”

“Besarnya balasan itu sebanding dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allah mencintai seseorang maka Dia akan memberikan ujian kepadanya. Siapa yang ridha, dia akan mendapatkan ridha Allah dan siapa yang benci, dia akan mendapatkan kebencian Allah.” (HR. Turmudzi, Ibn Majah, dan dishahihkan Al-Albani)

Al-Mubarokfuri menjelaskan, “Siapa yang membenci ujian yang datang dari Allah, tidak rela terhadap ketetapan dari-Nya maka dia akan mendapatkan kemurkaan dari Allah dan siksa yang menyakitkan. Sebagai balasan terhadap sikap dia menentang takdir.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7:65)

Termasuk bagian dari sikap husnu-zhan kepada Allah adalah memperbanyak berdoa dan berharap, agar Allah memberikan jalan keluar terbaik baginya. Dia tidak bosan-bosan untuk bersimpuh di hadapan Rabnya, meminta dan memohon agar Allah memberikan jalan keluar terbaik baginya. Inilah sikap yang dicontohkan para nabi, ketika mendapatkan ujian dari Allah, disamping berusaha untuk sabar dalam menerima ujian ini. Perhatikan Nabi Ayyub, di saat tumpukan musibah dunia yang menimpanya, beliau mengadu kepada Allah:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Sesungguhnya aku sedang tertimpa musibah, dan Engkau Dzat yang sangat belas kasihan.” (QS. Al-Anbiya: 83)

Apa doa yang harus kita baca?
Kita bisa membaca semua doa yang isinya kebaikan. Setelah kita memohon ampunan kepada Allah, berdoalah memohon kebaikan untuk dunia dan akhirat. Kita bisa berdoa dengan bahasa Indonesia atau bahasa apa pun yang bisa Anda pahami.

Adab penting!
Hindari, menyebut-nyebut kenaikan harga di depan tamu Anda atau teman Anda.

Abul Aina’ menceritakan, “Suatu ketika ada seseorang yang bertamu di rumah temannya. Ketika itu sedang musim paceklik. Si tuan rumah sering sekali menyebut-nyebut kenaikan harga. Mendengar hal ini, si tamu lantas mengangkat tangannya dan mengatakan, ‘Bukan termasuk sikap terhormat, menyebut-nyebut kenaikan harga di depan tamu, ketika sedang menghidangkan makanan!’ Tuan rumah kemudian minta maaf, dan memohon kepada tamu agar memakan hidangannya. Namun si tamu tidak menyentuhnya sama sekali, kemudian dia pergi keesokan harinya.” (Adab Muwakalah, Hal. 7)

Allahu A’lam

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Baby Write Number, Aplikasi Lokal Berprestasi Internasional

Mico Wendy menciptakan aplikasi Baby Write Numbers.
VIVAnews - Memahami pentingnya masa usia dini untuk perkembangan belajar anak, Mico Wendy kemudian membuat aplikasi khusus yang bisa digunakan para orang tua. Aplikasi tersebut kemudian membawa pengembang lokal jebolan Institut Teknologi Bandung ini memenangi kompetisi aplikasi dalam ajang Mobile World Congress, di Spanyol, beberapa waktu lalu.

"Saya ingin ciptakan aplikasi yang dapat membantu dan digunakan banyak orang, terlebih anak," ujar Mico, Senin 26 Maret 2012.

Mico kemudian menciptakan aplikasi Baby Write Number Series. Dengan aplikasi belajar ini, Mico mengatakan anak juga terhindar dari dampak game yang berbau kekerasan.

Aplikasi yang hadir di perangkat layar sentuh Nokia Asha ini membantu anak usia 3 sampai 5 tahun untuk mengenal dan belajar menulis angka maupun huruf. Caranya dengan menyentuh titik putus-putus menggunakan sentuhan jari dalam layar.

Jika anak sesuai dengan panduan titik pada angka tersebut, layar akan mengonfirmasi baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, apakah sentuhan benar atau tidak.

"Layar sentuh lebih gampang, karena anak masih susah menggunakan tombol," ujarnya.

Mico juga mengungkapkan, ia memilih perangkat yang berbasis S40 karena banyak ponsel yang memakai sistem ini.

Aplikasi Baby Write ini terdiri atas Baby Write Number dan Baby Write Alphabet. Khusus untuk Alphabet terdiri atas beberapa tahap yakni abjad A-F, G-L, M-R, dan S-Z.

Aplikasi besutannya yang telah tersedia di Nokia Store ini telah banyak diunduh di luar negeri. Aplikasi ini terbanyak diunduh di India, dan siap memasuki pasar China.

Bagaimana pengalaman menggunakan aplikasi belajar ini di Indonesia? Aplikasi ini sudah digunakan di salah satu TK di Bandung. "Di sana katanya cukup membantu belajar," tutur Mico.

Untuk aplikasi angka gratis diunduh. Namun, untuk huruf berbayar, tapi dengan harga terjangkau. "Cuma Rp3 ribu," katanya.

Ke depan, ia akan mengembangkan aplikasi yang mempunyai konten lokal. "Nanti ada gambar lokal budaya, komodo dan batik, akan ke arah sana," ujar pria berkacamata ini. Selain konten lokal, ia akan mengisi dengan nilai etika, seperti kegiatan menabung.

Sebenarnya ada enam seri dalam aplikasi Baby Writer. Selain Baby Writer Number dan Alphabet, masih ada Baby Drawing Shape, Baby Playing Card, Baby Playing Card Animal, dan Baby Scracth Number Animal, sebuah kombinasi belajar angka dengan gambar hewan. Di ajang MBC, ia mengirimkan dua seri yakni Baby Write Number dan Baby Playing Card Animal.

Mico menyelesaikan aplikasi ini dalam tiga bulan dengan dibantu timnya. "Kesulitannya yakni bagaimana membuat aplikasi ini supaya bagus, baik suaranya maupun grafisnya," kata pria kelahiran 1 Januari 1972 ini.

Berkat aplikasi ini, Mico akhirnya memenangi kompetisi aplikasi dunia dan berhak mendapatkan 50 ribu euro.

Dengan hadiah tersebut, ia mengaku lebih serius mengembangkan aplikasi yang menjangkau orang banyak.

Menurut dia, ia saat ini juga sedang menyiapkan aplikasi berbasis pengetahuan pariwisata Indonesia, "Indonesia 2020" untuk dua bulan mendatang. (art)

Source : VivaNews.Com

Sejarah Panasonic Gobel Awards

Panasonic Awards sebuah anugerah yang konsisten menyelenggarakan acara tahunan bagi insan pertelevisian. Pemenang dipilih berdasar jajak pendapat yang dilakukan masyarakat. Ini adalah kerjasama PT Panasonic Gobel Indonesia dengan Tabloid Citra (Gramedia Grup).

Kategori pemenangnya pun punya embel-embel terfavorit. Setiap pemenang di suatu tahun, adalah yang terpopuler dan tentu akan berganti di tahun-tahun selanjutnya. Alhasil, jika kita melihat daftar pemenang PA dari tahun ke tahun, itu artinya kita bisa melihat sejarah pertelevisian Indonesia.

Panasonic Awards diadakan pertama kali pada 1997 dengan jajak pendapat yang dilakukan di Tabloid Citra. Saat itu PA ditayangkan di Indosiar, kemudian sempat ditayangkan di semua stasiun TV Swasta. Namun, sekira sejak tahun 2009, tayangan ini ditayangkan di TV-TV MNC. Mengenai pemilihan nominasi, sejak tahun 2004, nominasi ditentukan dari survei Nielsen Media Research dan ditabulasi oleh Ernst & Young.

Dulu pas jamannya SD, saya pernah nemuin kuesioner di halaman tabloid dan boleh memilih juga boleh tidak memilih beberapa poin nominasi. Kita juga bisa menulis pilihan sendiri yang tidak ada di jajaran opsi. Namun ketika SMS sudah menjadi gaya hidup, poling pun lebih dipublikasikan di televisi dan masyarakat mengirimkan pilihannya (boleh) dengan SMS premium. Kita yang masyarakat internet juga bisa memilih via poling gratis di internet. Artinya, proses pemilihan seperti ini cukup relevan dan jujur.

Jadi agak aneh kalau masih saja ada yang berpikir kalau PA tebang pilih. Kalau urusan acara panggung setelah ditayangkan di MNC sih saya setuju. Kalau tayangan itu dibuat sedemikian rupa agar berjalan dengan durasi amat panjang dengan durasi iklan yang cukup besar. Hal ini menambah kas untuk TV atau pemilik PA bersangkutan. Yeah, namanya juga TV, penuh dengan aroma bisnis. Jadi agak susah kalau harus membayangkan acara penganugerahan kita kembali ke tahun 90-an yang serba singkat dan sesuai durasi seperti Anugerah Musik Indonesia, Festival Sinetron Indonesia, atau Malam Final Karya Cipta Video Musik Indonesia.

Pemilihan PGA yang beberapa tahun terakhir juga menggunakan sistem poling internet juga hal yang patut diapresiasi (selain pemungutan pake SMS premium).

Tetap Melenggang

Sebagai wujud apresiasi murni terhadap insan pertelevisian nasional, PGA terus melakukan aktivitas tahunannya (kecuali tahun 2008, PGA/PA tidak diadakan). Ketika penganugerahan lain gugur satu per satu (contohnya Clear Top 10 Awards, MTV Indonesia Movie Awards, dsj), PGA konsisten melakukan ‘acara mulianya’ dengan dua keuntungan yang jelas terkasat mata. Satu kepentingan apresiasi, dua kepentingan bisnis.

Para pemenang pun selalu bangga menerima piala PGA yang mirip Oscar bersayap ini. Namun tampaknya, kita enggak akan lagi melihat pelaku TV di Trans TV atau Trans 7 yang membanggakan piala PGA itu lagi jika tayangan bersangkutan menang. Entah sampai kapan sepasang kakak adik angkat ini (karena awalnya Trans 7 adalah TV 7) akan berpagutan mesra dengan Abang PGA. Namun PGA harus tetap berjalan tanpa atau adanya dukungan stasiun TV lain. PGA tetap memasukkan acara-acara dari stasiun TV yang memboikotnya. Sebab memang bertujuan untuk mengapresiasi, bukan aksi infantil yang enggak jelas.

Yeah, menurut saya, keputusan pihak Trans Corps itu sangat disayangkan -sekaligus menggelikan. Bisa jadi punya unsur arogan. Dikutip dari kapanlagi.com, Head of Marketing Public Relations Trans TV berkata pada 28 Februari 2012 mengenai hal ini, “”Memang untuk tahun ini, saya sebagai wakil Trans TV, kita semua udah fix kalau untuk Panasonic Awards tidak akan ikut sebagai peserta walaupun ada acara kita yang masuk nominasi. Jadi ini karena lebih kepada proporsi penayangan dari sisi on air. Kita lihat teman-teman dari Trans Corp kurang mendapatkan proporsi seimbang pada saat nominasinya itu diumumkan.”

Nah, kalau memang dirasa kurang adil, tirulah SCTV yang sempat-sempatnya bikin acara awards sendiri dengan nominator tayangan ’sendiri’. Atau cukup berlaku dewasa seperti halnya stasiun TV lain yang menganggap kalau PGA adalah ’suplemen’ dan penganugerahan yang lumrah. Karena konon kesuksesan sebuah program TV itu dinilai dari seberapa diterima acara itu oleh masyarakat. Heuheu..

Tapi moga PGA sekarang bisa apa yang dinamakan beberapa pihak dengan sebutan fair. ketika pemenang yang diumumkan secara on air adalah pemenang yang tidak hanya datang dari RCTI atau MNC misalnya, tapi pemenang dari stasiun TV lain. Meski logikanya, mungkin MNC ogah, promosiin acara orang.

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter