Thursday, March 29, 2018

Modal Dalam Bisnis

Memulai sebuah bisnis memang memerlukan *MODAL*
Sayangnya, pengertian sebagian besar orang tentang modal, *selalu tentang UANG*.
*Padahal, tidak semua modal harus berupa Uang.*


Coba pikirkan renungan ini :

Hari ini kita masih sehat, tidak kekurangan satu apapun, bisa makan cukup, minum cukup.

*Apakah itu modal?*

*Ya tentu. Bayangkan, betapa sulitnya seseorang memulai bisnis kalau tubuhnya tidak sehat. Bayangkan, betapa tidak mudahnya seseorang bekerja kalau ia kekurangan minum (kekurangan air)?*

So, sebenarnya kondisi kita saat ini *SANGAT BISA untuk disyukuri.*

Allah sudah menyediakan semua yang kita perlukan untuk hidup. *Jadi mari awali dengan BERSYUKUR.*

Modal yang amat penting untuk dimiliki oleh seorang pebisnis adalah *MENTAL dan PIKIRANNYA. Ini modal yang sangat penting..*


Apakah mungkin seseorang menjadi pebisnis sukses kalau mental atau pikirannya terganggu?

Jelas sangat sulit. *Intinya, mental dan pikiran adalah aset yang
sangat-sangat-sangat berharga.*

*Mental dan Pikiran yang baik adalah modal pertama yang harus dimiliki untuk memulai Bisnis.*


Lalu modal yang kedua adalah *KARAKTER dan SIKAP.*

Seperti apa karakter dan sikap seorang pebisnis sukses?

*Seorang pebisnis yang sukses punya karakter dahsyat, seperti :*

*- pantang menyerah,*
*- mau bekerja keras,*
*- mau belajar,*
*- rendah hati,*
*- jujur,*
*- disiplin,*
*- tekun, dsb.*


*Mari kita renungkan, apakah semua karakter positif tadi sudah
menjadi keseharian kita?*
Jika belum, mari segera kita *Mulai dan Perbaiki..*

*Ingat, ILMU yang Anda dapat akan sia-sia, jika Anda tak pernah ACTION..!!*


Semoga bermanfaat..

*SALAM SUKSES...* 😊🙏

Thursday, March 22, 2018

5 Akun Twitter 'inspiratif' Yang Seharusnya Kamu Follow

Di tengah gempuran ujaran kebencian, cuitan memecah belah, dan pengaruh negatif lainnya, lima akun twitter pilihan ini lebih memilih membagikan ilmu dan pengaruh positif dalam kancah kicau mengicau. Kicauannya selain meneduhkan juga berprotein tinggi bagi para penikmatnya. Warganet yang terpikat dan terpincut pun terus meningkat.

Berikut sejumlah akun cuit mencuit pilihan yang tidak akan disebarkan dan dibagikan oleh orang-orang pelit bin medit seperti saya. Sederhana saja, orang pelit termasuk saya tidak ingin kamu semua lebih pintar apalagi melebihi saya.

1. @hidayatbagdja

Wartawan Tempo ini hobi mengunyah informasi rumit lalu disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Melalui tulisan di blognya yang sering ditautkan di akun twitternya banyak memberikan informasi yang enak dibaca dan perlu. hehe..

Di luar itu semua, pewarta ini juga tidak sombong menghadapi mention dari petualang medsos lainnya. Dia juga tidak segan-segan membalas apabila perlu dibalas. (tidak jelas ya, saya aja tidak mengerti apa yang saya tulis). Nah, berbeda dengan bagja, hampir keseluruhan yang dia tulis betul-betul dipahaminya.

Salah satu tulisannya membahas tentang Menteri Susi dan kebiasannya berbahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Ternyata kebiasaan Menteri Susi tsb berpengaruh signifikan terhadap anggaran negara. Bahkan, semakin rumit bahasa yang digunakan cenderung disalahgunakan untuk kepentingan syaitoni.

2. @ivanlanin

Ivan Lanin mengabdikan diri melalui cuitan-cuitannya demi berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagai penjaga moral berbahasa yang baik, Ivan tidak segan-segan memberitahu apabila ada yang salah dan rancu dalam berbahasa. Dia pun ringan tangan, ramah, dan tidak sombong apabila ditanya terkait bahasa Indonesia.

Penetrasi berbahasa yang sesuai kaidah lurus nan tepat yang digaungkan Ivan tidak berarti secara kaku dan tegang seperti guru matematika saya ketika makan bangku sekolah. Bahkan, cuitannya selain memiliki nilai dakwah juga membuat tersenyum pembacanya.

Contoh cuitannya :
Hampir vs nyaris:
- hampir = bisa untuk positif atau negatif
- nyaris = untuk yang negatif/kurang baik
Contoh:
benar
- hampir menang
- hampir kalah
- nyaris kalah
salah
- nyaris menang
Jadi, 'hampir menikah' atau 'nyaris menikah'?

3. @mpujayaprema

Wartawan senior Tempo bernama e-ktp, Putu Setia memiliki kemampuan luar biasa atau biasa di luar dalam mengolah kata-kata. Doski memiliki kolom sendiri setiap hari Sabtu di koran tempo bertajuk cari angin. Tulisannya kerap bernada fals dan menohok tetapi membuat para penikmatnya menyunggingkan senyum. Sebagai salah satu contoh ketika korupsi di Partai Demokrat semakin menjadi-jadi, doski menulis: katakan (saja) tidak pada(hal) korupsi. Tulisan tsb tentu memiliki pesan menyengat bagi para pembaca karena memplesetkan slogan partai itu.

Di luar itu semua, penulis buku wartawan jadi pendeta itu lebih suka mencuit kicuan yang meneduhkan. Pemuka agama Hindu itu juga memiliki pandangan yang unik terhadap berita-berita ataupun isu-isu terkini yang sedang merajalela.

Coto : (sengaja bukan contoh karena berharap ada yang mengantarkan coto makasar ke rumah).. hehe.. jayus ya

Ada yang mencuit dengan kicauan mengobarkan api separatisme dan mengancam integritas negeri ini dipadamkan sang pemuka agama dengan cuitan: Yogyakarta itu daerah istimewa harus dihormati. Kalau Bali sama dengan daerah lain yang tak istimewa. Siapa pun boleh menetap di Bali dan beli tanah di Bali.

4. @pidibaiq

Penulis buku berseri Dilan yang sedang ngehits di dunia dan akhirat ini memiliki keunikan dalam memadu kata. Kalimat bentukannya kerap mengernyitkan kening profesor bahasa Indonesia namun memiliki sebuah kesaktian yang membuat pembaca terpikat. Walaupun film besutannya yang dibuat berdasarkan buku gubahannya yang laris manis digadang-gadang bisa merajai film Indonesia doski tetap ramah, hemat, dan rajin menabung. Setiap sapaan dari para pengikutnya sebisa mungkin dia balas.

Ketika ada seorang makmum bertanya kepadanya selaku imam melalui akun twitter tentang apakah arti cinta, doski menjawab: Cinta itu bahasa Inggrisnya Love. Bahasa Indonesianya Cinta. Diberikan kepada siapa yang kamu cintai.
Unik cukup bukan..

5. @wartawanisme

Bukan bermaksud numpang ngetop. Akun twitter ini bertujuan untuk memudahkan khalayak dalam berkehidupan. Memudahkan dalam artian hanya memfokuskan ke hal-hal yang sebenarnya penting dan berpengaruh terhadap hidup kita. Selain itu, juga membagikan lowongan kerja media, kutipan-kutipan bermanfaat dari media, berbagi ilmu receh, dan masih dikit lagi.

Si mpunya ingin meraih follower hingga satu miliar untuk diwariskan kepada anak dan cucu. Sungguh cita-cita yang mulia sekali ya.
Source
  • https://www.kaskus.co.id/thread/5a8f91681ee5dfa35c8b4568/5-akun-twitter-yang-sebaiknya-tak-disebarkan/

Tuesday, March 13, 2018

Kemanakah Naskah Supersemar?



Surat Perintah Sebelas Maret alias Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966. Isinya berupa instruksi Presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto, selaku Menteri Panglima Angkatan Darat, untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengawal jalannya pemerintahan pada saat itu.

Dalam konsep kearsipan, Supersemar merupakan salah satu jenis arsip kepresidenan berupa “Surat Perintah”, yang benilai kesejarahan sangat tinggi, khususnya sejarah awal Orde Baru. Sebagai bagian dari catatan penting sejarah perjalanan bangsa Indonesia, meski sudah berusia hampir setengah abad, naskah asli Supersemar belum juga ditemukan. Publik pun bertanya-tanya: apakah Supersemar memang benar-benar ada?

Tiga versi

Hilangnya naskah asli Supersemar masih jadi misteri. Saat ini, Supersemar yang beredar di tengah masyarakat ada tiga versi. Mengapa harus ada tiga? Apakah ada bagian-bagian tertentu yang sengaja ditutup-tutupi?

Keraguan keaslian Supersemar yang dipublikasikan secara luas muncul setelah Orde Baru (Orba) tumbang pada 1998. Keraguan publik atas keaslian fisik dan ketepercayaan isi Supersemar semakin diperkuat oleh keterangan beberapa saksi sejarah bekas tahanan politik Orba yang akhirnya buka suara.

Sejumlah versi Supersemar pun beredar. Entah mana yang benar. Namun, yang tidak bisa dibantah adalah Supersemar yang disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) saat ini bukan naskah aslinya.

Saat ini ANRI menyimpan tiga Supersemar. Namun, ketiganya memiliki versi masing-masing. Pertama, Supersemar yang diterima dari Sekretariat Negara, dengan ciri: jumlah halaman dua lembar, berkop Burung Garuda, diketik rapi, dan di bawahnya tertera tanda tangan beserta nama Sukarno.

Kedua, Supersemar yang diterima dari Pusat Penerangan TNI AD dengan ciri: jumlah halaman satu lembar, berkop Burung Garuda, ketikan tidak serapi versi pertama. Penulisan ejaan sudah menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku pada saat itu. Jika pada versi pertama di bawah tanda tangan tertulis nama Sukarno, pada versi kedua tertulis nama Soekarno.

Ketiga, Supersemar yang diterima dari Yayasan Akademi Kebangsaan, dengan ciri: jumlah halaman satu lembar, sebagian surat robek sehingga tidak utuh lagi, kop surat tidak jelas, hanya berupa salinan. Tanda tangan Soekarno pada versi ketiga ini juga berbeda dengan versi pertama dan kedua.

Dengan terdapatnya beberapa perbedaan, banyak pihak meragukan keaslian ketiga Supersemar tersebut. Untuk menjawab keraguan itu, ANRI bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik Badan Reserse Kriminal Polri telah melakukan pengujian terhadap material/bahan yang digunakan untuk membuat Supersemar (kertas, tinta, pita mesin ketik), ciri-ciri fisik dan intelektual yang terdapat dalam Supersemar (kop surat, lambang, stempel, huruf, format ketikan).

Hasilnya? Supersemar tersebut dinyatakan tidak asli (tidak otentik). Meski demikian, ANRI tidak dapat mengatakan Supersemar itu palsu sebelum naskah aslinya ditemukan untuk digunakan sebagai pembanding.

Naskah asli Supersemar seharusnya ada di tengah-tengah bangsa Indonesia yang merdeka sehingga ada kepastian terkait sejarah awal Orba. Dengan begitu, tidak ada lagi mitos terhadap Supersemar maupun tokoh-tokoh pelakunya.

(sumber: kompas.com)

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter