Wednesday, January 28, 2009

Arsenal Football Club

Arsenal Football Club (dikenal pula sebagai Arsenal atau The Gunners) adalah klub profesional Inggris yang berbasis di daerah London Utara, London. Klub ini kini bermain di Liga Utama Inggris.

Nama Lengkap : Arsenal Football Club
Julukan : The Gunners
Didirikan : 1886 Dengan Nama Dial Square
Stadion : Stadion Emirates (Kapasitas: 60.355)
Ketua : Peter Hill-Wood
Manajer : Arsène Wenger
Liga : Barclays Premier League, Carling Cup, Emirates Cup, The FA Cup, Champions League

Sejarah Club

Era 1886-1980
Arsenal didirikan di daerah Woolwich, bagian tenggara kota London pada 1886 dengan nama Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Highbury dan membangun Stadion Highbury, yang menjadi markas baru mereka. Saat pindah lokasi itulah, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena lokasi stadion Arsenal dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut "North London derby" dan merupakan salah satu derby terpanas di London.

Kejayaan Arsenal di persepak bolaan Inggris pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada rentang tahun 1925-35 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya dan menjadikan Arsenal sebagai kekuatan paling dominan di Inggris saat itu. Pada rentang 1940an-1960an, Arsenal hanya dapat menambah sedikit koleksi gelar domestiknya. Pada awal 1970an, Arsenal berhasil prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali yang terjadi pada musim 1969-70, di ajang Fairs Cup (pendahulu dari Piala UEFA). Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971-72) setelah berhasil mengalahkan klub R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 (dengan sistem home and away) Saat itu, klub ini dilatih oleh Bertie Mee. Sepanjang tahun 1980an, Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik, tapi tidak dengan gelar dari kompetisi Eropa.

Era 1990-Sekarang
Di tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang 0-0 (saat itu, jika kedudukan seri maka kedua tim dianggap juara) . Puasa Arsenal akan gelar dari kompetisi Eropa akhirnya hilang setelah pada musim 1993-94, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa, tepatnya di ajang Piala Winners setelah mengalahkan klub Parma FC dengan skor 1-0. Pada musim berikutnya, Arsenal kembali berhasil ke final di ajang yang sama, tapi kali ini mereka dikalahkan oleh Real Zaragoza dengan skor 2-1.

Kedatangan pelatih Arsène Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris pada saat itu. Arsenal pun dibawanya berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1 setelah kedudukan imbang. Pada musim 2003-04 hingga awal musim 2004-05, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada musim 2005-06, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barcelona 2-1 di Stade de France, Paris.
Hikz…… Padahal dah unggul duluan, tapi salut buat Arsenal bisa mencetak gol duluan lewat sundulan Campbell….. Pokoknya maju terus Arsenal, with your Young Gunners.

Arsenal di masa kepelatihan Wenger mempunyai kebijakan yang bagus dalam pembinaan pemain-pemain muda yang tadinya tidak berkualitas maupun pemain berkualitas tapi kurang dikenal menjadi pemain yang mampu menunjukan telenta-talenta yang sangat luar biasa sekaligus diincar klub papan atas Eropa. Selain itu, Arsenal mempunyai kebijakan pemberian kontrak pada pemain yang telah berumur 30 tahun keatas, yaitu tidak lebih dari satu musim saja.

Stadion

Sejak berdiri, Arsenal beberapa kali pindah stadion. Mulai dari memakai sebuah lapangan di Woolwich yang bernama Manor Ground, lalu pindah ke London Utara, sekaligus membangun Stadion Highbury dan dipakai pertama kali dipakai pada tahun 1913. Stadion ini dipakai Arsenal hingga pada musim 2005/06 (atau berusia kurang lebih 93 tahun). Pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Highbury adalah Liga Utama Inggris, yaitu Arsenal vs Wigan Athletic yang berhasil dimenangkan oleh Arsenal dengan skor 4-2 dengan tiga gol dari Thierry Henry. Stadion ini diganti, dikarenakan kapasitasnya yang terlalu kecil dibanding stadion klub-klub lain, seperti Chelsea F.C..

Sejak bulan Juli 2006 sampai sekarang, klub ini menempati markas barunya, Stadion Emirates yang berkapasitas 60.500 kursi dan terletak di Ashburton Grove dan peresmian pemakaian Stadion Emirates sekaligus pertandingan pertama yang digelar adalah dengan diadakannya sebuah pertandingan persahabatan antara Arsenal dengan para pemain legenda Belanda untuk perpisahan Dennis Bergkamp, seorang mantan penyerang Arsenal.
Selamat tinggal Bergkamp. Bergkamp merupakan salah satu legenda buat Arsenal. Bergkamp juga yang membawa perubahan dari cara bermain klub2 inggris yang bermain dengan metode kick and rush…


Pemasok Kostum Dan Sponsor
Pemasok Kostum
* 1978-1986:Umbro
* 1986-1994:Adidas
* 1994-kini:Nike
Pemasok Sponsor
* 1982-1999:JVC
* 1999-2002:Dreamcast
* 2002-2006:O2
* 2006-kini:Fly Emirates

Soccer School Indonesia Arsenal

SSI Arsenal tepatnya ada di selatan kota Jakarta. Mengambil fasilitas ISCI Ciputat, pada November 2007, SSI Arsenal telah menampung sekitar 250 siswa dari lapisan usia U - 8 tahun sampai dengan U - 18 tahun.

Untuk delapan sesi latihan, dimana sekali latihan menghabiskan dua jam, memakan biaya antara Rp. 2,5 juta sampai dengan Rp. 3,5 juta. Itu berarti untuk sekali latihan para siswa minimal merogoh sekitar Rp. 220.000.

SSI Arsenal sendiri muncul lewat gagasan Iman Arif untuk membangun sekolah sepak bola usia dini yang memanfaatkan jaringan Arsenal sebagai salah satu klub terkemuka. Untuk itu pula, SSI Arsenal dalam kerja samanya berada dibawah Community Development Department Arsenal, dan bukan Commercial Department.

Sebagai langkah awal menembus Stadion Emirates, stadion kebanggaan Arsenal, SSI Arsenal akan terlibat dalam invitasi sepak bola yang berlangsung di London, Inggris, Juli 2008. dalam mengikuti invitasi tersebut, SSI Arsenal akan melibatkan para pemain dari berbagai usia. Dalam invitasi Reach Your Goal di Singapura itu, tim U - 12 tahun menempati peringkat ke tiga dari enam tim, dan, antara lain, memukul tim U - 12 tahun Jepang 3 - 2.
Tapi sangat disayangkan sekali, lokasi soccer school Indonesia Arsenal posisinya kurang strategis karena berada bukan di daerah yang memiliki talenta-talenta berbakat seperti daerah Medan, Makassar, Jawa Timur, Papua….. Tapi mungkin kedepannya diharapkan ada cabang-cabang dari soccear school Indonesia Arsenal di daerah-daerah tersebut, sehingga intan-intan indonesia yang belum di asah semakin matang dalam memainkan si kulit bundar…. Siapa tau muncul Henry dari Makassar, Beckham dari Medan, Christiano Ronaldo dari Jawa Timur, dan lain-lain lah, siapa tau ada captain Tsubasa juga… hahahaha

Arsenal Indonesia Supporters-AIS
Arsenal Indonesian Supporters atau AIS lahir dari sebuah sebuah milis Arsenal di Indonesia, ArsenalTheGunners@yahoogroups.com. Milis itu sendiri berdiri sejak awal Desember 2003.

Tujuan awal milis ini adalah untuk memberikan wadah bagi para pendukung Arsenal untuk saling berbagi, bertanya, bertukar informasi seputar Arsenal. Seiring perputaran waktu, anggota milis itu semakin lama semakin berkembang dengan cukup pesat. Dalam waktu 3 bulan saja telah terkumpul lebih dari 50 anggota. Perkembangan ini terus diikuti dengan seringnya diadakan nonton bareng di kafe-kafe atas kerjasama Tabloid Bola dan TV7.

Hal yang menggembirakan ini membuat para pengurus milis mulai memikirkan didirikannya sebuah fans club. Selain itu, informasi mengenai perkembangan fans club terus disebarluaskan melalui milis maupun sms ke anggota-anggota yang berada di luar Jakarta, seperti Surabaya, Bandung, Palembang, dan kota-kota lainnya.

Pada 24 April 2004 akhirnya disepakati berdirinya sebuah fans club dengan nama ARSENAL INDONESIAN SUPPORTERS dan hal-hal lainnya terutama mengenai administrasi akan dikerjakan sambil berjalan.

Kemudian berdirinya AIS mulai diperkenalkan dengan mengirimkan pemberitahuan ke khalayak umum melalui Tabloid Bola, Tabloid GO dan Majalah SOCCER. Responnya ternyata sangat-sangat menggembirakan. Sangat banyak pembaca yang mengirimkan sms atau menelpon ingin bergabung dengan AIS.

Dalam perkembangan selanjutnya Arsenal Indonesian Supporter kemudian terdaftar secara resmi sebagai salah satu kelompok penggemar Arsenal Football Club, London.

Sumber : Wikipedia Indonesia

Friday, January 23, 2009

Resensi Film CJ7



Judul Film: CJ7
Pemain: Stephen Chow, Kitty Zhang Yuqi, Xu Jian, Lam Tze-Chung
Sutradara: Stephen Chow
Penulis Naskah: Stephen Chow, Chi Keung Fung
Produksi: Columbia Pictures Film Production Asia

Pertama melihat film yang dibintangi Stephen Chow ini, yang saya bayangkan pertama sentuhan komedinya sangat kental seperti film sebelumnya yaitu SHAOLIN SOCCER dan KUNG FU HUSTLE, namun ternyata tidak. Sentuhan komedinya tetap ada tapi yang lebih ditonjolkan disini adalah sisi drama hubungan ayah dan anak itu sendiri

Film ini bercerita tentang Stephen Chow yang berperan sebagai Ti, ayah dari seorang anak lelaki yang bernama Dicky. Dicky diperankan oleh Xu Jian. Ti disini sebagai buruh bangunan yang miskin dan tinggal disebuah bekas bangunan tua bersama anaknya Dicky. Berkat kerja kerasnya untuk mencari uang TI mampu menyekolahkan anaknya disekolah elit. Namun karena Ti merupakan dari golongan kelas bawah terkadang dia minder dengan lingkungan sekolah anaknya yang elit.Dari sini saya bisa melihat luar biasa beratnya tugas seorang kepala keluarga (ayah) yang harus mengorbankan dirinya, membanting tulang untuk bisa memberikan sesuatu yang terbaik untuk anaknya yaitu pendidikan yang merupakan bekalnya kelak.

Dicky berada dilingkungan sekolah yang elit, terkadang dia merasa iri dengan teman-teman nya yang memiliki permainan yang bagus dan terbaru pemberian orang tuanya. Disuatu saat Dicky merengek meminta dibelikan mainan oleh anaknya namun dia tidak bisa apa-apa karena kondisinya yang sangat memprihatinkan. Tapi Dicky kemudian menemukan sebuah bola yang merupakan sebuah anjing luar angkasa dan kemudian dinamakan CJ7. Pada akhirnya CJ7 inilah yang akan mengorbankan nyawanya kepada Ti yang meninggal akibat kecelakan kerja.

Meskipun miskin disini Ti selalu menjunjung tinggi yang disebut kejujuran kepada anaknya. Terkadang anaknya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan ayahnya, namun dia merubahnya agar ayahnya bahagia. Bukan, kebahagian yang diinginkan Ti dari sebuah hasil ujian anaknya , namun yang diinginkan adalah sebuah kejujuran.

Sentuhan drama realita kemiskinan yang ingin disampaikan begitu berhasil membangun emosi penonton film ini. Akting yang natural Xu Jian dengan berbagai ekspresinya sangat membantu kesuksesan film ini. Sekali lagi film ini menurut saya sangat unggul dalam bagian ceritanya yang sangat menyentuh.

Setelah film ini selesei saya nonton, pertanyaan pun menyinggahi pikiran saya. Apakah saya bisa menjadi sosok Ti,sosok kepala keluarga yang mampu membahagiakan keluarga saya kelak dengan segala kekurangan saya? Semoga..Aminn..

Saya ingin menutup postingan ini dengan sebuah kutipan dari Dicky tentang ayahnya yang menyukai guru sekolahnya:

“Tak mudah menaklukkan hati seorang wanita, apalagi jika kau tak lucu”

Film Indonesia - Tahun 1928

Lily van Java

Produser: Liem Goan Lian, Tjan Tjoen Lian
Sutradara: Nelson Wong
Penulis:
Pemeran: Lie Lian Hoa, Lie Bouw Tan, Kwee Tiang An, Yah Kwee Pang
Warna: Hitam putih
Genre: Drama

Sinopsis

Kisah seorang gadis anak hartawan yang oleh ayahnya dipaksa menikah dengan seorang pemuda, sedangkan gadis itu telah punya hubungan asmara dengan pemuda lain.

Catatan


Film bisu. Perusahaan ini disebut sebagai "kongsie pembikinan film Tionghoa yang pertama di Indonesia." Film ini mula-mula dikerjakan oleh orang Amerika, Len H. Ross, tapi diselesaikan oleh Nelson Wong, dengan bantuan Joshua dan Othniel Wong. Seluruh proyek ini diambil alih oleh perusahaan Wong bersaudara itu dengan nama Halimoen Film. Kedua gadis pemain film ini adalah anak "twako" atau "mafia" Jl. Kapasan, Surabaya. Skenario film ini diperiksakan dulu pada Filmcommissie (semacam badan sensor).

Sumber :
- Aktuil no 3/XII, 3/12, 1979
- Wawancara dengan Joshua dan Othniel Wong, 1972
- Pewarta Soerabaia, 12/6, 19/6 dan 21/6, 1928

Courtesy Of : Www.FilmIndonesia.Or.Id

Resia Boroboedoer

Produser:
Sutradara:
Penulis:
Pemeran: Olive Young
Warna: Hitam putih
Genre: Petualangan

Sinopsis

Young Pei Fen (Olive Young) berangkat dari Cina ke Borobudur, karena membaca warisan ayahnya, Young Lun Fah, sebuah buku rahasia (resia) candi terkenal Borobudur, yang terletak di dekat Muntilan, Jawa Tengah. Maksudnya: mengambil satu guci yang berisi abu Sang Budha Gautama. Di tempat itu ia dihalangi oleh Gandha Soewastie. Gandha dipukul hingga jatuh. Sahabatnya, Kusumo, tidak senang dan ingin membinasakan Pei Fen dengan guna-guna. Gandha menggagalkan maksud itu. Sebelum berhasil, ia jatuh pingsan oleh asap beracun. Gandha kembali menolongnya, karena ia pernah berhutang nyawa pada ayah Pei Fen. Akhirnya Pei Fen insyaf dan memutuskan jadi pendeta untuk menjaga candi itu.

Catatan

Film bisu. Bintang Olive Young berasal dari Shanghai, Cina. Film ini dikritik keras oleh Kwee Tek Hoay, karena gambarnya yang buram dan tidak perloe moesti orang djoestain dengan begitoe kasar, karena penonton jang ada poenja pengertian soedah tentoe mendjadi djemoe. Yang terakhir ini lebih-lebih mengenai dengan bahasa apa gadis Tiongkok itu berunding panjang lebar dengan Gandha dan para jongos hotel.

Sumber :
- Panorama th III no 136. 20/7, 1929
- Doenia Film th I no 1, 1929
- De Vesteging Een Indische Filmindustrie, Koloniale Studien 25e Jaargang 1941

Courtesy Of : Www.FilmIndonesia.Or.Id

Setangan Berloemoer Darah

Produser: Tan Boen Soan
Sutradara:
Penulis:
Pemeran:
Warna: Hitam putih

Catatan

Film bisu.

Sumber :
- Sastra Melayu-Tionghoa, Nio Joe Lan, hlm 47
- De Vesteging van Een Indische Film Industrie, Coloniaale Studien 25e Jaargang 1941, hlm 395
- Produksi Film Tjerita di Indonesia, Armijn Pane, Majalah Pendidikan dan Kebudayaan no 6, 1953, hlm 7 dan 49


Courtesy Of : Www.FilmIndonesia.Or.Id

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter