Komputer_MOE !!!

Text

Selalu menyenangkan memiliki media baru untuk berekspresi. Dengan harapan agar menjadi panduan untuk meniti hari-hariku serta menyertai langkah-langkahku menyongsong indahnya dunia. Silakan tinggalkan komentar, apapun itu, demi kenyamanan dan kegembiraan yang bisa kau temui disini.

Info PENTING!

Selain Anda dapat membaca artikel berkualitas, Anda juga dapat menggunakan widget utility menarik lainnya di blog saya seperti Chat Via E-Buddy, SMS Gratis, Ataupun Menonton TV Streaming.

Dan kini Blog MyAkise sudah bisa di akses Via Mobile, Silahkan ketik link http://myakise.blogspot.com/?m=1 di perangkat mobile Anda.

Terima Kasih Dan Semoga Bermanfaat.

Monday, July 16, 2018

World Cup 2018 - Skuad Resmi Spanyol Di Piala Dunia

Timnas Spanyol telah merilis nama-nama yang layak masuk ke dalam skuad 23 pemain untuk ajang Piala Dunia 2018. Dari pengumuman tersebut, beberapa pemain dengan nama besar ini justru tidak masuk ke dalam skuad timnas Spanyol. Kira-kira siapa saja yang masuk ke dalam skuad ini? Berikut penjelasannya




1. Tiga pemain ternama ini justru gagal masuk ke timnas Spanyol

Dilansir dari Goal.com, terjadi beberapa kejutan usai pengumuman daftar 23 pemain skuad timnas Spanyol di ajang Piala Dunia 2018. Tidak ada nama seperti Alvaro Morata (Chelsea), Vitolo (Atletico Madrid), Hector Bellerin (Arsenal), dan Javi Martinez (Bayern Munich) di dalam daftar 23 pemain timnas Spanyol. Khususnya bagi Morata yang mungkin dinilai sangat menyakitkan, namun performa Morata bersama Chelsea di musim ini justru berada dalam kondisi yang kurang baik. Hanya mencetak 11 gol bersama Chelsea di musim ini tentu menjadi tolak ukur mengapa Morata gagal tembus skuad timnas Spanyol

Mendengar pengumuman tersebut, Morata justru membuat cuitan lewat akun Twitter miliknya. Di dalam cuitan tersebut, Morata berharap Spanyol bisa beruntung di Piala Dunia 2018 dan dia akan mendukung dan selalu mendorong atau memotivasi tim sampai babak akhir

Pelatih timnas Spanyol, Julien Lopetegui, akhirnya menjelaskan alasan tidak memasukkan nama Morata ke dalam skuadnya ini. "Untuk membuat daftar 23 pemain ini adalah sebuah keputusan yang sulit Mereka pantas berada di sana tetapi mereka tidak bisa masuk "Kami akhirnya memilih orang-orang yang memberi kontribusi paling banyak pada petualangan ini. Iago dapat bermain secara terpusat dan melebar, Rodrigo dapat bermain di tiga area dan selalu memiliki sikap yang baik dengan tim. Diego Costa membawa banyak daya saing," ungkap Julien Lopetegui dalam membeberkan alasannya seperti yang dikutip dari Goal.com

2. Beberapa pemain senior masih dibutuhkan oleh timnas Spanyol di Piala Dunia 2018

Di antara pemain yang terpilih, ada beberapa nama pemain senior yang masih layak masuk ke dalam skuad timnas Spanyol ini. Mereka adalah Pepe Reina (Napoli), Sergio Ramos (Real Madrid), Gerard Pique (Barcelona), Andres Iniesta (Barcelona), serta David Silva (Manchester City)


Meski semua pemain ini sudah mencapai umur 30 tahun lebih, penampilan mereka bersama klub masing-masing mendapat nilai lebih bagi Lopetegui. Semua nama yang disebutkan ini merupakan para pemain yang masuk ke dalam bagian timnas Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 lalu di Afrika Selatan. Dari seluruh skuad yang masuk, Pepe Reina menjadi pemain tertua yang masuk dalam skuad ini dengan berusia 35 tahun.
3. Inilah daftar lengkap 23 pemain timnas Spanyol
Berikut daftar skuad lengkap timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2018
Kiper: Kepa Arrizabalaga (Atletico Bilbao), David de Gea (Manchester United), Pepe Reina (Napoli)
Belakang: Jordi Alba (Barcelona), Cesar Azpiliqueta (Chelsea), Dani Carvajal (Real Madrid), Nacho Fernandez (Real Madrid), Nacho Monreal (Arsenal), Alvaro Odriozola (Real Sociedad), Gerard Pique (Barcelona), Sergio Ramos (Real Madrid)
Tengah: Thiago Alcantara (Bayern Munich), Sergio Busquets (Barcelona), Andres Iniesta (Barcelona), Isco (Real Madrid), Koke (Atletico Madrid), Saul Niguez (Atletico Madrid), David Silva (Manchester City)
Depan: Marco Asensio (Real Madrid), Iago Aspas (Celta Vigo), Diego Costa (Atletico Madrid), Rodrigo Moreno (Valencia), Lucas Vazquez (Real Madrid)
Sumber: Tempoco

Wednesday, July 11, 2018

World Cup 2018 - Skuad Tim Nasional Peru

Beberapa hari jelang kick-off Piala Dunia 2018, seluruh skuad sudah mendaftarkan para pemainnya. Beberapa kejutan hadir dalam pemilihan 23 pemain yang dibawa masing-masing dari 32 negara peserta.




Kick-off Piala Dunia 2018 akan digelar pada Kamis (14/6) pukul 22:00 WIB. Tuan rumah Rusia akan tampil pada laga pembuka menghadapi wakil Asia, Arab Saudi, tepat setelah upacara pembukaan.

Berikut daftar lengkap skuad resmi timnas peru di Piala Dunia 2018

KIPER: Pedro Gallese, Carlos Caceda, Jose Carvallo

BELAKANG: Luis Advincula, Aldo Corzo, Miguel Araujo, Christian Ramos, Anderson Santamaria, Alberto Rodriguez, Nilson Loyola, Miguel Trauco

TENGAH: Pedro Aquino, Renato Tapia, Paolo Hurtado, Yoshimar Yotun, Christian Cueva, Edison Flores, Wilder Cartagena, Andy Polo

DEPAN: Paolo Guerrero, Jefferson Farfan, Andre Carrillo, Raul Ruidiaz



Saturday, June 30, 2018

Alkisah Kemenangan Kotak Kosong Di Makassar

*_(Saat Partai Politik Takluk oleh Daulat Rakyat)_*

Oleh :
*Rudi S. Kamri*

Rakyat Makassar dengan cerdik dan gemilang telah mengukir sejarah baru di Indonesia. Untuk pertama kali dalam sejarah Pilkada di negeri ini, Calon tunggal yang diusung 10 Partai _(PDIP, PKS, PKB, PBB, PPP, PKPI, Golkar, Gerindra, Nasdem dan Hanura)_ *DIKALAHKAN SECARA SANGAT MEMALUKAN* oleh *KOTAK KOSONG* dengan prosentase suara 53%.

Meskipun ini hanya terjadi di skope lokal Pemilihan Walikota, namun rakyat Makassar sudah berani menunjukkan kepada dunia bahwa dalam Pemilihan Kepala Daerah, ketokohan figur calon jauh lebih penting dibanding partai politik pengusung. Ini juga merupakan tamparan keras terhadap arogansi elite partai politik yang lebih mementingkan pilihan calon atas dasar *MAHAR* dibandingkan dengan kekuatan figur calon yang punya kapabilitas mumpuni di mata rakyat.

Cerita perjalanan Pilkada di kota Makassar dari awal memang penuh kontroversi dan drama yang memilukan. Di awal proses ada 2 pasangan yang akan berlaga di kontestasi Pilkada 2018. Pasangan pertama adalah 'incumbent' yaitu *Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto* yang maju berpasangan dengan *Indira Mulyasari Paramusti* yang maju melalui jalur Independen. Lawannya adalah  *Munafri Arifuddin* berpasangan dengan *Andi Rahmatika Dewi* yang diusung oleh koalisi gemuk 10 partai yang menguasai 43 dari 50 kursi DPRD Kota Makassar.

Di tengah proses pencalonan yang sudah sampai pada tahap akhir tiba-tiba prahara melanda pasangan *Danny - Indira*. Dia terkena kasus hukum karena dituduh memanfaatkan jabatannya dengan membuat program yang dianggap berpotensi mempengaruhi suara elektoral masyarakat. Sehingga singkat cerita pasangan *Danny - Indira* didiskualifikasi oleh KPUD Kota Makassar dalam Pilkada 2018.

Kasus ini sendiri menjadi polemik di kalangan masyarakat dan ahli hukum. Banyak ahli hukum menyatakan bahwa yang dilakukan Danny bukan suatu pelanggaran Pemilu karena program tersebut adalah program lama yang sudah disetujui DPRD Kota Makassar jauh hari sebelum tahapan pencalonan Pilkada dilakukan. Tapi pendapat ahli hukum dan perlawanan gigih Danny sia-sia, karena KPUD Kota Makassar tetap berpegang teguh keputusan MA. Banyak kalangan menilai kasus ini sangat kontroversial dan sangat bernuansa politis mengingat lawan Danny didukung partai-partai besar dalam koalisi tambun 10 partai.

Tapi partai-partai tersebut lupa, di akar rumput masyarakat Makassar, figur *Danny* sangat populer. Sehingga arogansi partai politik akhirnya dihukum rakyat dengan memenangkan kotak kosong. Ini pelajaran berharga buat partai-partai politik. Bahwa pada titik tertentu dan kondisi yang tepat waktu rakyat bisa menggeliat dan mengadakan perlawanan keras di balik bilik suara. Arogansi dan ke'pede'an partai dalam mencalonkan figur yang tidak dikehendaki rakyat akhirnya tumbang di tangan rakyat. Ape loe - ape loe ?

Selamat dan selamat untuk masyarakat Makassar. Saya mengapresiasi keberanian Anda semua. Untuk sementara waktu Kota Makassar memang harus rela dipimpin Pejabat Sementara Walikota sampai diadakannya Pilkada Serentak lagi pada 2020. Tapi keberanian masyarakat Makassar telah menjadi inspirasi bagi masyarakat lain di Indonesia agar ke depan berani melawan *KETIDAKADILAN* dan *KESEWENANG-WENANGAN* partai politik.

Masyarakat Makassar sudah menunjukkan pelajaran berharga kepada kita semua bahwa daulat tertinggi dalam demokrasi adalah *RAKYAT, BUKAN PARTAI POLITIK.*

Bravo Makassar !!!

*Salam Satu Indonesia*

Popular Posts

Berlangganan Artikel Via Feedblitz

Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz

SMS Gratis! Silahkan...


Make Widget

My Twitter

FanPage Taste Of Knowledge

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...