Tuesday, September 28, 2010

Bintang "Titanic" Meninggal Di Usia 100 Tahun

BINTANG Titanic yang mana? Leonardo DiCaprio? Kate Winslet? Atau, kapal lautnya?

Well, yang sudah menonton Titanic (1997) pasti tahu kalau film itu semata tak hanya dibintangi Winslet dan DiCaprio. Tapi ada juga bintang kawakan Gloria Stuart, pemeran Rose (Winslet) saat tua. Stuart yang jadi nominator Oscar meninggal di rumahnya di Los Angeles pada 26 September atau Senin kemarin waktu sini.

Stuart meninggal akibat kanker paru-paru yang sudah lama diidapnya. Saat meninggal, Stuart berusia genap satu abad alias 100 tahun.

“Saya sangat sedih mendengar kepergian seorang wanita hebat seperti dia,” kata Winslet dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Entertainment Weekly, Selasa (28/9). “Saya beruntung pernah bertemu dengannya, mengenalnya, dan berakting bersamanya. Siapa saja yang pernah mengenalnya pasti tahu betapa luar biasanya dia. Dia akan sangat saya rindukan.”

Sementara itu, Leo juga mengucapkan perasaan bela sungkawa senada. “Gloria Stuart adalah orang hebat di dalam dan di luar layar,” kata DiCaprio dalam pernyataan yang dikutip UsWeekly, Selasa . “Dia sangat baik, seorang aktris hebat, dan seorang yang selalu memperjuangkan apa yang diyakininya. Dia salah satu aktris di masa keemasan Hollywood. Saya mendapat kehormatan pernah bekerja bersamanya. Dia akan selalu dirindukan.”

Selain membintangi film kolosal Titanic yang dibesut James Cameron, Stuart telah main lebih dari 40 film sejak 1930-an, di antaranya The Old Dark Horse (1932), The Invisible Man (1933), dan Poor Little Rich Girl (1936).

(ade/ade)

Source : Tabloid Bintang

Monday, September 27, 2010

Menangkal Konten Negatif Di Ponsel Anak

LANTARAN hari-harinya banyak dihabiskan di kantor, Dora memanfaatkan ponsel untuk memantau gerak-gerik Denis, buah hatinya yang masih duduk di kelas V SD. Ponsel yang diberikan buat sang buah hati bukan ponsel sembarangan. Selain dilengkapi pemutar musik, video, dan kamera, ponsel itu juga dilengkapi teknologi 3G yang memungkinkan seseorang melakukan panggilan video calling.

“Lewat video calling, saya bisa bertatap muka dengan anak. Misalnya, dia sedang di mana dan lagi apa. Jadi saya bisa tahu aktivitas Denis,” bilang ibu yang bekerja di kawasan Sudirman, Jakarta, ini.

Suatu hari, Dora iseng mengecek ponsel sang anak. Alangkah terkejutnya Dora. Di ponsel Denis, ia mendapati sesuatu yang belum layak dikonsumsi anak kecil: potongan film porno. Tak cuma satu klip, tapi lebih dari 5 video mesum ia temukan.

“Setelah saya interogasi, video itu didapat dari temannya yang lain. Ponsel Denis yang difasilitasi video dan kamera itu lalu saya ambil. Agar tak bisa mengakses video, saya memberi dia ponsel standar yang hanya membuat dia bisa menelepon dan SMS saja,” jelas ibu dua anak ini.

Pornografi momok yang menakutkan bagi para orangtua di mana pun. Mudahnya distribusi materi-materi porno berbentuk foto atau video dari satu ponsel ke ponsel lainnya via bluetooth atau infrared membuat 'barang haram' ini gampang disebarkan.

Belum tersedianya ponsel yang dilengkapi teknologi yang mampu membatasi pengiriman dan penerimaan data berbau dewasa, makin membuat pornografi via ponsel merajalela.

Di sejumlah negara maju, untuk mencegah anak mengonsumsi konten berbau porno, beberapa vendor menciptakan ponsel yang dirancang khusus untuk anak kecil.

Ponsel-ponsel itu umumnya didesain dengan kemampuan terbatas, misalnya hanya untuk menerima dan melakukan panggilan telepon thok. Dengan begitu fungsi sebuah ponsel pun lebih efektif untuk anak, tanpa harus mengkhawatirkan ponsel digunakan untuk hal yang tak pantas.

FireFly Mobile misalnya. Ponsel bikinan vendor asal Negeri Paman Sam ini tidak menyertakan fungsi komplet ponsel pada umumnya. Jumlah tombolnya cuma 5. Dua tombol untuk menerima dan menolak panggilan. Dua tombol lainnya yang diberi gambar wanita dan laki-laki, berfungsi sebagai tombol cepat untuk menghubungi ayah atau ibu si anak. Satu tombol tersisa yang berada di tengah-tengah berfungsi mengakses phonebook yang hanya bisa diisi 22 nomor telepon saja.

Tidak hanya di Amerika, di negara lainnya seperti Korea atau pun Jepang sudah banyak dijual ponsel khusus untuk anak. Di Jepang misalnya, perusahaan telekomunikasi kawakan DoCoMo mengeluarkan ponsel seri SA800i yang selain fiturnya aman bagi anak-anak, juga dilengkapi sistem GPS melalui jaringan 3G miliknya. Dengan fitur ini orangtua bisa mendapatkan laporan posisi anak tiap waktu tertentu, misalnya 15 menit sekali.

Tidak seperti di negara-negara berekonomi maju, di sini belum ada satu vendor pun yang peduli membikin ponsel yang aman untuk anak-anak. Para vendor di sini, bisa jadi, lebih tertarik menggarap ponsel biasa yang secara bisnis lebih menguntungkan. Padahal, ponsel untuk anak pasar yang potensial.

Bayangkan saja, jumlah anak-anak di Indonesia mencapai sekitar 72 juta jiwa. Lepas dari luar hitung-hitungan bisnis, membikin ponsel anak sebenarnya bagian dari tanggung jawab sosial pembuat ponsel. Ketersediaan ponsel anak bukan tak mungkin bakal menciptakan generasi yang sehat.

Lalu bagaimana cara agar anak tak mengakses sesuatu yang tak pantas lewat ponselnya? Cara yang paling ampuh adalah dengan tidak memberikan anak ponsel. Tapi alasan ini bisa gugur karena beberapa sebab.

Pertama, ada orangtua yang sengaja memberikan ponsel agar bisa memantau keadaan anaknya. Alasan berikutnya, karena pergaulan. Coba, anak kecil mana sih yang kini tak memakai ponsel? Mereka membutuhkannya sebagai alat untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Ya, untuk bergaul.

Kalaupun ingin memberikan ponsel untuk si buah hati, ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Paling utama, berikan ponsel dengan fitur yang terbatas. Berikan anak ponsel yang hanya bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon, mengirim SMS, tidak bisa menampilkan gambar, tanpa kamera, tanpa video, tanpa internet, tanpa bluetooth dan dengan daya tampung terbatas.

Ingat, ponsel canggih hanya memperbesar kemungkinan anak mengakses konten pornografi. Tak cuma itu, ponsel dengan fitur terbaru nan canggih juga membuat anak rawan jadi korban pencurian.

Namun jika terpaksa harus membelikan anak ponsel berfitur video, orangtua bisa mencarikan ya ponsel video yang tidak dilengkapi peranti koneksi seperti infrared maupun bluetooth. Karena transfer data dari perangkat lainnya terbatas, anak dijamin tak bakal menggunakan ponselnya untuk kegiatan negatif. Ada baiknya, orangtua juga rajin-rajin mengawasi anak dalam menggunakan ponsel.

(bin/gur)

Sumber : TabloidBintang.Com

Friday, September 24, 2010

Ponsel Wi-Fi Paling Murah

Di kota-kota besar seperti Jakarta, melihat orang mengoperasikan laptop di tempat-tempat umum, seperti kafe atau restoran, merupakan pemandangan biasa. Sambil minum secangkir kopi dan melahap kue hangat, mereka biasanya menjelajah dunia maya, entah itu untuk tujuan pekerjaan, bisnis, atau pun sekadar berkomunikasi di jejaring sosial.

Mereka bisa melakukan itu memanfaatkan fasilitas internet berbasis Wi-Fi (wireless fidelity). Wi-Fi teknologi nirkabel yang memungkinkan komputer desktop, laptop, ponsel, atau perangkat elektronik lainnya terkoneksi ke jaringan internet, baik itu layanan internet gratis maupun berbayar.

Saat ini ketersediaan Wi-Fi bisa dibilang tinggi. Kini dengan mudah bisa ditemukan titik-titik hotspot (tempat yang menyediakan akses Wi-Fi). Nah, banyaknya tempat buat mengakses Wi-Fi ini mendorong banyak vendor ponsel membuat ponsel yang dilengkapi fitur Wi-Fi. Dulu, teknologi ini biasa ditanam di ponsel-ponsel mahal, namun belakangan ponsel kategori murah pun mulai mengadopsi teknologi ini. Mau tahu ponsel Wi-Fi mana saja yang terbilang murah itu?

Tiphone E 88
Di ponsel yang desainnya menyerupai BlackBerry Bold ini, vendornya menanam teknologi EDGE dan WiFi untuk memberikan kemudahan akses internet kapan dan di mana saja, lengkap dengan beragam fitur multimedia seperti TV, pemutar audio video, FM radio, photo editor, dan dua buah kamera beresolusi 2 megapiksel. Tak ketinggalan dukungan chipset terbaru yang memungkinkan beragam aplikasi JAVA berjalan mulus. Ponsel ini juga dilengkapi sensor gerak, sehingga pengguna dapat memindahkan kanal radio dengan cara menggerakkan ponsel ke kiri atau ke kanan. Sistem dual GSM memungkinkan pelanggan mengaktifkan dua kartu sekaligus. Slot pertama untuk kartu Simpati dan slot kedua bisa diisi dengan provider lain. Harga ponsel ini sekitar Rp 999 ribu.

HT Mobile G33
Untuk mendukung akses Internet, ponsel berdimensi 112,5x61x13,5 mm dengan berat 130 gram ini dilengkapi dengan Wi-Fi. Tak cuma Wi-Fi ada juga koneksi GPRS hingga EDGE. Dari segi multimedia, selain dual camera, HT G33 juga memiliki pemutar audio, video, dan radio FM. Untuk mendukung ini semua, HT menyiapkan memori internal yang cukup besar, 89,1 MB, yang bisa ditambahkan hingga 16 GB. Harga normal ponsel yang tubuhnya dilapisi frame metal ini Rp 799 ribu.

K Touch H999
Dibanding pendahulunya, K-Touch H888, H899, maupun H877, K-Touch H999 tak lagi didesain dengan bentuk seperti BlackBerry. K-Touch H999 dibuat sedikit agak kaku dengan bentuk kotak. Soal teknologi, bisa dibilang ponsel penyempurna seri sebelumnya. Tengok saja, navigasi menunya sudah dilengkapi trackball dan dilengkapi pula tombol pilihan kartu SIM untuk menunjukkan kemampuan dual on GSM-GSM yang didukungnya. Di sektor koneksi, ponsel ini dibekali WiFi melengkapi Bluetooth dan kabel data yang menjadi sarana koneksi standar. Harga ponsel ini Rp 888 ribu.

SPC BOS-1000
Keunggulan ponsel yang desainnya mencomot konsep Nokia E71 adalah koneksi Wi-Fi, yang bisa dimanfaatkan untuk browsing internet secara gratis di areal hot spot Wi-Fi. Selain itu, ponsel ini juga menanamkan chipset TV Tunner serta network dual on GSM. Buat yang suka doyan nongkrong di situs jejaring sosial, di ponsel ini tersedia aplikasi client Facebook dan juga aplikasi chatting Yahoo! Messenger. Menariknya, ponsel ini juga sudah didukung platform Java J2ME. Jadi, pengguna ponsel bisa menyuntikan berbagai aplikasi maupun game. Di sisi hiburan, ponsel ini dilengkapi dual camera (depan VGA, belakang 1,3 MP), radio FM dengan antena internal, audio/video player serta aplikasi Moslem Prayer Alarm. Ponsel ini dijual di kisaran Rp 1-1,3 juta.

Sumber : TabloidBintang.Com

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter