Saturday, April 09, 2011

Keren, Main Game Musik Pakai Gitar Sungguhan

RockSmith

Penerbit game asal Prancis, Ubisoft, segera merilis game musik berjudul 'Rocksmith'. Asyiknya, game ini dimainkan dengan pengontrol gerak berupa gitar listrik sungguhan, keren!

Ya, Rocksmith mungkin bisa menjadi pelipur lara para penyuka game musik setelah 'kepergian' Guitar Hero. Dengan menyertakan gitar listrik menjadi bagian dari permainan ini, Ubisoft terlihat sangat ambisius dan ingin memberikan angin segar bagi genre game yang hampir sekarat itu.

Namun seperti dilansir Techtree dan dikutip detikINET, Ubisoft tidak memberikan penjelasan detail soal cara memainkan game ini. Namun beberapa foto di blog dan forum game mulai menimbulkan berbagai spekulasi.

Kabarnya, Ubisoft akan segera merilis Rocksmith pada musim gugur tahun ini. Ubisoft juga menjanjikan lagu-lagu yang tersedia di Rocksmith akan bersifat eksklusif dan tidak akan mengulang daftar lagu yang pernah dilisensi untuk Rock Band atau Guitar Hero. Nah, penasaran? Tunggu saja kabar terbaru dari game ini!

( rns / ash )

Source Postingan : DetikInet

Friday, April 08, 2011

Apa Bedanya Motivasi Dan Inspirasi

Hore,

Hari Baru!

Teman-Teman.

Kita tahu bahwa motivasi dan inspirasi merupakan dua kosa kata yang sangat populer. Lebih dari itu saya menyadari bahwa mungkin saja ada sebagian dari anda yang merasa bahwa tidak ada perlunya mencari-cari perbedaan diantara kedua hal itu. Tetapi, bukankah kita sering dikelirukan oleh pemahaman yang campur aduk? Padahal, para ahli NLP tidak bosan-bosannya menekankan pentingnya menempatkan diri dalam proses berbahasa. Bahkan, di negara-negara yang penerapannya sudah lebih maju sedang seru himbauan untuk sungguh-sungguh mengembalikan huruf ’L’ pada tempatnya. Sebab, disatu sisi kita percaya bahwa ’Lingusitic’ merupakan faktor kunci dalam aplikasi disiplin ilmu itu. Namun disisi lain sering kali kita abaikan. Sekarang, saya ingin mengajak anda untuk menelisik karakteristik dari Motivasi dan Inspirasi. Anda tidak keberatan, bukan?

Beberapa waktu yang lalu saya diminta seorang sahabat untuk menjadi narasumber dalam sebuah seminar untuk umum. Sejauh yang saya ingat, saya sudah mengatakan kepadanya bahwa saya tidak merasa nyaman jika disebut sebagai ’motivator’. Padahal, lazimnya itu merupakan sebuah sebutan yang memiliki nilai jual. Paling tidak, masyarakat umum sudah sama-sama mafhum tentang apa yang dimaksud dengan predikat itu. Apalagi dijaman seperti sekarang ini banyak orang yang gemar mencari motivasi. Makanya program-program motivasi selalu mendapat tempat di hati mereka. Dan sebutan itu tentu sangat cocok untuk disandingkan dalam materi promosinya. Ndilalah, ketika teman saya itu mengirimkan soft file brosurnya, saya tidak langsung membukanya karena saya merasa semuanya sudah berjalan sesuai dengan yang semestinya. Namun, ketika beberapa hari kemudian saya membuka emailnya; ternyata teman saya menempelkan embel-embel ’motivator’ dibelakang nama saya.

Sekarang saya sudah benar-benar mengacaukan pikiran anda. Tadi saya mengatakan tentang NLP yang mengajak kita untuk mengoptimalkan kemampuan berbahasa yang baik dalam proses komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Tetapi, sekarang saya melanggar pakem dalam NLP itu sendiri yang disebut sebagai pacing and leading. Keengganan saya untuk menggunakan predikat itu jelas sekali menyalahi konsep pacing and leading. Sebab dalam konsep itu, kita dianjurkan untuk ’menyesuaikan diri dengan bahasa audience (pacing), baru kemudian kita memasukkan nilai-nilai yang ingin kita tanamkan (leading). Sedangkan saya dari awal sudah menjauhkan diri dari terminologi yang jelas-jelas paling mudah untuk dipahami oleh masyarakat umum.

Sekarang, ijinkan saya untuk mengajak anda berpijak kepada kenyataan. Dari mana anda memperoleh motivasi? Anda benar. Bahwa motivasi bisa bersumber dari luar, dan dari dalam diri kita sendiri. Faktanya memang demikian. Tetapi, motivasi yang datang dari sumber manakah yang sifatnya lestari; yang datang dari luar? Atau dari dalam diri anda sendiri?

Baiklah, untuk membantu menegaskan jawaban anda, saya akan menyampaikan sebuah ilustrasi. Ketika anda memasuki sebuah ruang pelatihan motivasi. Diruangan itu, seseorang yang anda kagumi, hormati, sukai, dan idolakan berbicara diatas pentas. Anda mendengarkan setiap kata yang beliau ucapkan. Anda tertawa ketika beliau menceritakan sebuah lelucon humoris. Anda ikut mencucurkan air mata ketika kata-katanya yang menyentuh hati membawa anda kepada kesadaran yang tinggi. Dan seketika itu pula anda bertekad; saya akan berubah. Kemudian, pada sore harinya; anda melangkah pergi meninggalkan ruang pelatihan itu. Keesokan harinya anda kembali tenggelam dalam rutinitas sebagaimana biasanya. Seminggu kemudian. Sebulan telah berjalan. Setahun. Waktu terus berputar. Masih adakah tekad dalam hati Anda itu?

Suatu ketika, anda melihat motivator yang anda idolakan itu di sebuah mall. Dari caranya memperlakukan kasir supermarket, anda merasa bahwa tindakannya bertolak belakang dengan kata-katanya. Atau, tiba-tiba saja anda mendengar kalau idola anda itu gagal mempertahankan bahtera rumah tangganya. Atau, digunjingkan terlibat dalam sebuah tindakan asusila. Bahkan, mungkin anda mendengarnya meninggal dengan dugaan bunuh diri. Semua yang anda dengar dan saksikan kemudian seolah menjadi anti klimaks dari seluruh kekaguman anda kepada seorang manusia. Sekarang, tubuh anda berperang dengan dirinya sendiri. Karena mata, telinga, rasa, dan setiap indera memiliki penilaiannya yang berbeda-beda tentang seseorang yang anda kira bisa memotivasi anda. Karena motivasi, sangat ditentukan oleh keteladan orang yang menyampaikannya.

Pada kesempatan lain. Anda menyadari bahwa Anda tidak bisa berharap banyak dari pekerjaan anda saat ini. Dengan posisi dan jabatan itu, anda tahu bahwa pendapatan anda tidak akan lagi bisa menutupi kebutuhan hidup keluarga. Anda tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya anak-anak anda jika nasib anda tidak berubah. Lalu, anda bertekad untuk bekerja sebaik-baiknya. Agar perusahaan melihat anda sebagai aset yang layak untuk dikembangkan dan diberi tanggungjawab yang lebih besar. Kemudian, Anda terus mengejar mimpi itu dengan sikap pantang menyerah. Dan akhirnya anda mendapatkan sebuah perbaikan. Ketika anda merasakan nikmatnya memperoleh perbaikan itu, anda kembali terdorong untuk menapak lebih tinggi. Bekerja lebih baik. Lebih rajin. Lebih ulet. Dan lebih produktif lagi. Anda mendapatkan hadiah lagi. Anda menapak lebih tinggi lagi. Begitu seterusnya. Sampai-sampai anda hampir tidak menyadari kapan harus berhenti. Karena sekarang, secara otomatis tubuh anda memotivasi dirinya sendiri.

Kedua cerita diatas itu hanya sekedar ilustrasi belaka. Namun, semoga itu bisa menegaskan bahwa tak seorang pun bisa menjadi motivator sejati bagi kita. Selain diri kita sendiri. Benar bahwa orang lain bisa memotivasi kita. Namun, kita juga mesti secara jujur melihat fakta bahwa orang itupun sama perlu motivasinya dengan kita. Jika Anda memerlukan motivasi. Saya juga sama. Begitu pula dengan mereka. Bagaimana mungkin orang yang membutuhkan motivasi seperti kita bisa memberikan motivasi sejati kepada orang lain? Sama seperti orang yang tidak punya duit tidak mungkin memberikan duit kepada orang lain. Seorang teman berkilah; motivasi itu beda dengan duit. Karena memotivasi orang tidak selalu harus dengan duit. Teman saya benar. Tetapi argumen itu tidak bisa meruntuhkan fakta bahwa motivasi yang datang dari diri sendiri itu lebih lestari. Faktanya, banyak orang yang kecewa karena terlampau banyak berharap kepada orang lain.

Sekarang ijinkan saya untuk membuka sebuah fakta lain. Ketika saya melihat teman saya yang berhasil dalam karirnya, saya terinspirasi oleh keberhasilannya. Ketika saya bertemu dengan seseorang yang sukses dalam bisnisnya, saya terinspirasi oleh kisah suksesnya. Ketika saya bertemu dengan penerima undian besar saya terinspirasi untuk berani mencoba sesuatu meski diliputi oleh ketidakpastian. Ketika melihat seseorang mengendarai Mercedes Benz, saya terinspirasi untuk mengimpikan suatu saat kelak memiliki kemampuan membeli mobil seperti itu. Dan, ketika saya menemukan bahwa orang-orang yang menginspirasi saya itu jatuh; penilaian saya kepada pribadi mereka sama sekali tidak berubah. Sementara kisah-kisahnya yang telah menginspirasi saya, tetap tinggal didalam hati sanubari saya. Karena inspirasi, tidak membeda-bedakan dari siapa datangnya.

Ketika saya melihat seekor anjing buang air sembarangan dihalaman rumah orang; saya terinspirasi untuk menghindari tindakan yang merugikan orang lain. Ketika saya melihat 2 tetangga yang rumahnya bersebelahan bertengkar, saya terinspirasi untuk menjadi tetangga yang baik bagi penghuni rumah disebelah kiri dan kanan. Ketika saya mendengar seorang koruptor diadili, saya terinspirasi untuk menjadi pegawai yang jujur. Ketika saya mendengar seseorang bercerai saya berdoa; Tuhan, ijinkan saya untuk terus mencintai istri yang telah Engkau pilihkan. Dan semoga dia memiliki hasrat yang sama. Agar kami bisa terus bergandeng tangan selamanya. Ketika saya melihat maling digebuki warga, saya terinspirasi untuk menghindari perbuatan serupa. Ketika pesawat televisi menayangkan rekaman penggerebekan kamar-kamar hotel yang digunakan pasangan-pasangan bukan muhrim, saya terinspirasi untuk berusaha menjaga kehormatan. Karena, inspirasi tidak membeda-bedakan antara yang baik dan yang buruk.

Sekarang, saya bisa melihat sebuah tirai tipis. Yang menjadi garis pemisah antara motivasi dengan inspirasi. Ternyata, begitu banyak perbedaan diantara keduanya. Sehingga jika kita bisa mengenali perbedaan-perbedaan itu, kita akan memahami; mengapa motivasi kita sering naik dan turun. Mengapa motivasi kita, sering berbunyi nyaring diruang-ruang training, tapi membisu dalam realitas hidup. Mari sekali lagi kita perhatikan beberapa perbedaan antara motivasi dan inspirasi.

Pertama, motivasi sangat ditentukan oleh siapa yang mengatakannya. Anda jarang termotivasi oleh orang yang gagal. Sebaliknya, kegagalan orang lain sering memberi kita inspirasi untuk menjadi orang yang berhasil.

Kedua, motivasi sangat ditentukan oleh keteladanan orang yang mengatakannya. Anda jarang bisa terus termotivasi oleh seseorang yang sudah ketahuan ’sifat aslinya’. Sebaliknya, ’sifat asli’ seseorang sering memberi kita inspirasi untuk terus belajar agar lama kelamaan kita bisa menjadi manusia yang mampu menyelaraskan antara perbuatan dan perkataan.
Ketiga, motivasi sering dimonopoli oleh bangsa manusia. Anda jarang termotivasi oleh comberan, kotoran cicak, ataupun bau pesing toilet di terminal-terminal kendaraan. Anda juga jarang termotivasi oleh kemacetan lalu lintas, tagihan listrik, ataupun kenaikan harga barang-barang keperluan rumah tangga. Dan Anda, pasti tidak termotivasi oleh lembar laporan potongan pajak jika belum benar-benar merasakan apa manfaatnya. Sebaliknya, semua itu bisa menginspirasi kita. Untuk mencari jalan agar kehidupan kita menjadi lebih baik dari hari ke hari. Terutama karena kita yakin. Bahwa ada kehidupan lain. Setelah kematian.


Mari Berbagi Semangat!

Siapa Paling Ngetop Di You Tube?



SITUS You Tube kini menjadi cara paling ampuh untuk segera tenar.
Caranya pun mudah. Cukup punya akun e-mail lalu daftar ke You Tube. Punya video seru, tinggal unggah. Maret tahun lalu, You Tube mengumumkan setiap detik ada video baru yang diunggah ke You Tube oleh orang. Dalam satu detik itu, video yang diunggah panjangnya 24 menit. Artinya, saban hari ada dua juta menit video baru (atau 34.560 jam) diunggah ke You Tube.
Bayangkan betapa banyaknya video yang ada di situs itu. Namun, dari begitu banyak video yang menarik perhatian orang banyak yang berarti paling banyak ditonton hanya segelintir.
Kebanyakan video di You Tube tak banyak ditonton orang dan hanya jadi fosil mati, tempat empunya narsis tanpa guna.
Nah, dari begitu banyak video di You Tube muncul sejumlah video yang kemudian terbukti mengorbitkan pelakunya jadi seleb instan. Justin Bieber adalah contoh jelas untuk itu.
Untuk ukuran dalam negeri, tahun lalu kita melihat popularitas Sinta dan Jojo setelah lipsync lagu "Keong Racun". Kemudian, meski diunggah lebih awal dari Sinta dan Jojo, duo kakak-beradik Audrey dan Gamaliel menyita perhatian karena bakat menyanyi mereka yang cemerlang. Lalu, ada juga Raisa yang punya suara tak kalah indahnya.
Lalu, perhatian kita juga tersita oleh lagu curhat Bona Paputungan yang iri melihat Gayus Tambunan bisa plesir ke Bali, sedang ia mesti terpenjara. Kemudian, ada lagu kocak arti nama-nama Udin yang dinyanyikan Soaludin alias Udin seorang pemuda asal Lombok Tengah.
Terakhir, hari-hari ini kita dibuat ngakak oleh aksi lipsync polisi anggota Brimob dari Gorontalo Briptu Norman Kamaru mendendangkan lagu Bollywod "Chaiyya Chaiyya". Bagai Shah Rukh Khan, Briptu Norman fasih menyanyi lagu India. Briptu Norman kemudian jadi perbincangan nasional dan diboyong ke Jakarta, jadi bintang tamu talk show Bukan Empat Mata.
Presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono juga tak mau ketinggalan memanfaatkan You Tube. Presiden RI yang suka menyanyi ini sudah membuat sejumlah lagu dan merilis beberapa video musik.
       
Nah, video musik Presiden SBY juga diunggah ke You Tube.

Tapi di antara para seleb You Tube asli Indonesia yang disebut di atas siapa yang paling banyak ditonton?
Berikut data yang kami cek ke situsnya langsung, Jumat (8/4) siang.
1.Lypsinc "Keong Racun" Sinta dan Jojo (ditonton 6.566.357)
2. Audrey dan Gamaliel "Telephone" (ditonton 1.365.114)
3.Briptu Norman "Polisi Gorontalo Menggila" (ditonton 1.038.519)
3.Andai Aku Jadi Gayus Tambunan (ditonton 496.352)
4. Lagu "Udin sedunia" (ditonton 310.149)
5. Raisa "Serba Salah" (ditonton 155,068)
6. Lagu Presiden SBY "Merajut Damai" (ditonton 11.277)

(ade/ade)

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter