Sunday, July 24, 2011

Sebaiknya Waspada, Keramik Putih Rawan Radioaktif


Waspadai bila lantai rumah Anda memakai keramik berwarna putih. Sebelum membeli, sebaiknya Anda tanyakan kepada produsen tentang sertifikat bebas radioaktif. Semakin putih keramik, semakin tinggi bahaya radioaktif yang dikandungnya. Semakin tinggi bahaya radioaktif, maka kian membahayakan penghuni rumah, terutama kesehatan kulit.

Mungkin, yang perlu diperhatikan adalah batasan putihnya keramik. Semakin putih, keramik banyak mengandung zirconium. Zirconium ini bisa memberi efek buruk, karena dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kanker kulit. Padahal kebiasaan masyarakat kita, misalnya anak-anak, suka berguling-guling di lantai.

Selain keramik, di industri kimia zirconium banyak digunakan sebagai getter atau penyerap dalam tabung vakum, sebagai agen pencampur logam dalam baja, peralatan bedah, primer peledak, filamen bola lampu pijar dan rayon spinnerets. Untuk itu, ada baiknya lebih berhati-hati dengan penggunaan keramik yang mengandung zat ini.

Namun, untuk mengurangi penggunaan keramik berwarna putih juga tidak mudah. Hal itu mengingat kebutuhan tren hunian sekarang yang minimalis, sehingga permintaan akan keramik berwarna putih juga sangat tinggi.

Untuk itu,disarankan, konsumen harus semakin jeli menanyakan kepada produsen, apakah produk keramiknya telah memiliki sertifikat bebas radioaktif. Namun sayangnya tidak semua produsen telah memiliki sertifikasi ini. Di Indonesia sendiri implementasi bebas radioaktif juga baru saja didengungkan.

Robot Ponsel Nokia Ajak Manusia Untuk Go Green!

Ditengah-tengah maraknya isu global warming kini mulai banyak yang berkampaye untuk menciptakan kehidupan yang hijau agar bisa mengurangi dampak bahaya dari pemanasan global.

Mulai dari diri sendiri hingga bahkan perusahaan-perusahaan kini mulai peduli untuk mempromosikan green life. Salah satu perusahaan yang menyemarakan Go Green adalah Nokia.

Perusahaan ponsel itu telah membuat sebuah robot yang terbuat dari beraneka ponsel nokia, sehingga tak mengherankan bila robot tersebut terlihat full colour alias berwarna-warni.

Robot yang nampak seperti pada gambar tersebut dengan santainya duduk dikursi sebuah kantor pos di Beijing sambil membaca majalah yang berjudul Go Green.

Dengan pembuatan robot tersebut, nokia ingin mengajak orang-orang untuk mengurangi karbon dengan menerapkan kehidupan yang hijau dan mengajak mereka untuk menukarkan ponsel-ponsel lama mereka dengan sebuah tiket film.

Ponsel-ponsel lama itu akan didaur ulang oleh nokia untuk direnovasi komponen-komponennya, sehingga ponsel-ponsel yang baru itu diharapkan bisa lebih ramah lingkungan dan aman untuk para penggunanya ketimbang ponsel lama.

Konon, teknologi pun ada yang bisa berdampak pada peningkatan global warming, sehingga banyak perusahaan-perusahaan yang berbasis teknologi gencar menyemarakan kehidupan hijau alias green life atau lebih populernya adalah go green, seperti inovasi kampaye go green dengan pembuatan robot dari ponsel nokia tersebut.

Kesadaran dari perusahaan-perusahaan itu selain bermanfaat bagi lingkungan juga sangat bermanfaat untuk menumbuhkan citra perusahaan mereka dimata masyarakat, karena otomatis perusahaan-perusahaan itu akan mendapatkan image yang positif yakni sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan.

Mari selamatkan bumi sejak dini dengan go green!

Friday, July 22, 2011

Software - Computable Document Format, Saingan Baru PDF

Ada format baru dalam ranah portable document. Jika umumnya kita tahu dan sering menggunakan format Portable Document Format (.pdf) dari Adobe, maka ada format Computable Document Format (.cdf), yang dirancang mengubah dokumen ke aplikasi interaktif.

Tujuan dari pembuatan format ini, seperti yang dikatakan Conrad Wolfram dikutip dari Cnet, direktur stragegis Wolfram, adalah membawa dokumen menjadi lebih “hidup”. Dibawah ini adalah contoh dimana pengguna bisa memainkan puzzle dari dokumen.

CDF saat ini bisa digunakan melalui free player yang membawa infographic, jurnal, atau apapun itu menjadi lebih interaktif. Mungkin nanti majalah semacam Popular Science akan memakai format CDF.

Rintangan yang dihadapi Wolfram kini adalah dominasi format dokumen dari Adobe PDF. Conrad juga mengatakan format CDF ini akan terbuka, dengan tujuan menjadi standar layaknya PDF.

Wolfram tentunya masih butuh lebih banyak pengembang. CDF sudah mencapai poin dimana pengembang membuat dokumen XML (Extensible Markup Languange) membuat dokumen menjadi lebih interaktif dan hidup. Tentunya format CDF ini akan berkisar seputar artikel jurnal, buku teks, infographic, presentasi, laporan dan semacamnya.

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter