Friday, March 15, 2013

Mimpi Mencari Penerus Chris John

Daud Jordan, Chris John (kiri). (ANTARA/Dhoni Setiawan)
Dunia tinju profesional Indonesia belum bisa berpisah dengan Chris John. Petinju fenomenal berusia 33 tahun itu masih menjadi satu-satunya nama yang dimiliki Indonesia untuk bisa bergaung sampai ke dunia. Lalu, bagaimana jika Chris John pensiun?

Sulit rasanya bisa melihat banyak nama selain Chris John bermunculan di kancah tinju profesional. Hanya sedikit pihak yang peduli dan menaruh perhatian mengenai pencarian orang yang dapat meneruskan Sang Naga di kemudian hari.

Salah satu perhatian itu datang dari Raja Sapta Oktohari, salah satu pengusaha yang memang menggemari olahraga adu jotos ini. Okto, begitu dia akrab disapa, bermimpi mengembangkan bisnis tinju agar lebih banyak petinju profesional asal Asia bisa bersaing di tingkat dunia.

Putra salah satu taipan Indonesia Oesman Sapta Odang itu mulai merintis bisnis olahraga ini sejak memutuskan menjadi promotor Chris John pada Oktober 2010. Dia menjadi salah satu pihak yang berperan menciptakan salah satu laga bagi Sang Naga. Dalam pertarungan melawan petinju Argentina, Fernando Saucedo, di Tenis Indoor Senayan kala itu, Chris John berhasil membubuhkan rekor bertarung 44 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri.

Itulah pertarungan yang masuk dalam ruang gerak bisnis Berlian Entertainment — salah satu usaha milik Okto. Dua tahun berselang, Okto ternyata mampu mengekspansi bisnis tinjunya itu lewat sebuah perusahaan sendiri bernama Dragon Fire. Selain Chris John, petinju muda pemegang sabuk gelar juara dunia kelas bulu versi IBO Daud Yordan juga masuk dalam manajemen. 

Sejak masuk dalam satu manajemen, kedua petinju ini menjadi langganan bertinju bersama. Keduanya memiliki jadwal yang sama. Bahkan pernah satu kali mereka diadu pada laga yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran Jakarta di pertengahan April 2011.

“Inilah salah satu upaya yang bisa saya lakukan sebagai bentuk kecintaan saya terhadap olahraga ini. Saya pun yakin ini bisa berkembang. Untuk bisa menjadi industri, setidaknya kita membutuhkan 15 petinju yang bisa bernaung di sini. Saya kira itu bisa dicapai setidaknya tahun 2015 nanti,” kata Okto membeberkan mimpinya. 

Okto begitu ingin membuat industri tinju di Asia bisa seheboh industri olahraga adu jotos yang ada di Amerika Serikat atau negara lain dengan industri tinju yang sudah maju. Atau, jika tidak, dia begitu mendambakan keseruan tinju itu tak akan kalah seru dengan bisnis olahraga tarung lainnya seperti Ultimate Fighting Championships (UFC). Di sanalah pasar terbentuk lewat tontonan pertarungannya sendiri, penjualan suvenir, atau tayangan televisi. 

“Jika sudah bisa menjadi seperti itu, kita bukan hanya melihat untungnya saja tetapi kita juga bisa melihat petinju Indonesia bisa sukses,” ujarnya.

Gebrakan Okto dari Tenis Indoor Senayan pada Oktober 2010 memang cukup membuka mata setelah ada dua laga Chris John yang digelar di Marina Bay Sands, Singapura, di tahun 2012. Dua laga itulah yang membuat Chris John semakin fenomenal karena bisa menyentuh angka 48 kali menang dari 50 laga yang sudah dilakoninya sepanjang karier profesionalnya. 

Marina Bay Sands menjadi sasaran Okto karena dia mengakui potensi pasar di sana lebih menjanjikan dibanding dengan laga yang pernah dibuatnya di Tennis Indoor Senayan atau JIEXPO Kemayoran. Meski Okto sulit membuka nilai pasti pendapatan dari laga di dalam negeri, kerugian bisa terbaca dari minimnya minat masyarakat Indonesia untuk menonton secara langsung di arena. Jumlah kursi yang kosong lebih banyak dibandingkan dengan yang terisi. 

Dan sebentar lagi, pertarungan Chris John akan digiring kembali ke Jakarta. Tepatnya di Tenis Indoor Senayan pada 14 April 2013 mendatang. Sebelumnya, Jakarta bukanlah pilihan utama. Manajemen Dragon Fire Promotions sebelumnya sudah kembali memilih Singapura sebagai lokasi strategis untuk menggelar laga itu. 

“Namun kami ingin memenuhi keinginan seluruh pecinta olahraga tinju di Indonesia. Dan permintaan juga datang dari Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga),” kata Raja Sapta Oktohari. Akhirnya, Sang Naga kembali ke Jakarta untuk mempertahankan gelar Juara Dunia WBA Kelas Bulu miliknya. Dia bakal ditantang petinju asal Jepang, Satoshi Hosono.

Pertarungan sang Naga melawan petinju yang kini berada di peringkat ke-6 World Boxing Association (WBA) itu seharusnya menjadi laga yang menarik. Bagaimana tidak, Chris John bisa saja semakin mendekati rekor milik petinju Meksiko Ricardo Lopez yang tak terkalahkan sebanyak 51 kali. Inilah salah satu tempat bagi Chris John untuk mendapatkan fenomena lain dari dirinya.

Meski begitu, waktu tetap akan terus berjalan. Memasuki usia 33 tahun, Chris John juga mungkin akan semakin mendekati masa-masa pensiunnya. Dan seharusnya di masa-masa itulah, pria asal Banjarnegara ini sudah bisa mendapatkan penerus seperti Daud Yordan yang bisa melanjutkan fenomena yang sudah lama melekat padanya. 

Seharusnya Chris John sudah bisa lebih banyak ditemani petinju lokal lainnya yang juga sukses mengukir prestasi di tingkat dunia. Jika mimpi Okto menciptakan industri tinju itu terwujud, kita tentu tak perlu lagi khawatir.

Wednesday, March 13, 2013

Film Kartun Angry Birds Toons Tayang Di TV Indonesia!

Rovio mengumumkan akan menyiarkan serial animasi ini melalui beberapa cara, diantaranya melalui televisi nasional dibeberapa negara, video on demand,  dan channel khusus langsung di dalam game-game Angry Birds.

Untuk jaringan televisi Angry Birds Toons yang akan tayang perdana tanggal 16-17 maret minggu ini akan tayang melalui FOX8 di Australia, JEI TV di Korea, ANTV di Indonesia, Cartoon Network di India, MTV3 Juniori dan MTV3 di Finland, The Children’s Channel di Israel, 1+1 networks di Ukraine, Gulli dan Canal J di France, SUPER RTL di Germany, TV2 di Norway, Canal 13 di Chile dan Gloob di Brazil.

Seperti disinggung di atas, tanggal 16/17 nanti Rovio akan melakukan update pada game Angry Birds di smartphone dan tablet untuk menambahkan channel khusus yang akan memudahkan para pemain menyaksikan kartun ini langsung dari dalam game itu sendiri.
angry birds toones 640x360 Film Kartun Angry Birds Toons Akan Tayang Di TV Indonesia!

Rovio juga mengatakan Angry Birds Toons akan terdiri dari 52 episode yang dirilis 1 episode per minggunya selama setahun penuh. Dan tentu saja serial animasi ini akan diperankan oleh para Angry Birds dan Bad Piggies.

5 Penyebab Pendapatan Kita Tergerus

Apakah ada orang yang mengaku tidak mau kaya atau hidup berkecukupan? Mungkin ada, tapi sulit dicari. Setiap bulan, begitu banyak orang ramai menabung atau menyisihkan pendapatan. Lalu apa yang jadi hambatan untuk orang berkecukupan?

Setidaknya ada lima hal yang mungkin disadari atau tidak, selalu menggerus uang kita. Apa saja? Silakan simak:

Inflasi
Istilah ini bermakna laju kenaikan harga. Tiap tahun harga barang, terutama dalam kelompok makanan, naik. Sepanjang tahun lalu, seperti dilansir Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi mencapai 4,3 persen. Ini artinya daya beli uang kita menurun sebesar angka inflasi tersebut. Jika Anda punya uang Rp 1.000.000, berarti nilainya berkurang Rp43 ribu.

Berarti lebih baik simpan uang di bank? Sebentar, cek dulu suku bunga yang ditawarkan. Kalau di bawah angka inflasi, tetap saja uang Anda akan berkurang. Belum lagi dikurangi biaya administrasi atau iuran. Apalagi kalau uangnya disimpan di bawah kasur.

Gaji tidak naik
Pendapatan bulanan yang tidak mengalami kenaikan, itu sama saja nilainya yang berkurang. Apalagi, biaya sehari-hari bisa mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan inflasi. Baik untuk konsumsi maupun transportasi. Dengan begitu, pendapatan tetap namun pengeluaran bertambah besar. Sehingga yang bisa disisihkan sebagai simpanan makin minim.

Karena itu, jika bekerja di perusahaan yang tidak bisa menaikkan gaji tahunan atau lazim dikenal dengan penyesuaian terhadap inflasi (di beberapa tempat, plus prestasi) sebaiknya minta dicarikan solusi. Misalnya kantor menyediakan makan siang bagi stafnya.

Lokasi kantor

Tempat Anda memperoleh pendapatan dan tempat membelanjakannya akan sangat menentukan besarnya nilai pendapatan yang bisa dikantongi. Misalnya, Anda bekerja di Jakarta dengan standar gaji minimum sudah di atas Rp2 juta. Lalu Anda membelanjakannya di Bogor, Jawa Barat, yang laju kenaikan harga barang pada Desember hanya 0,16 persen (Jakarta 0,56 persen). Dengan begitu, jelas belanja di Bogor lebih irit.

Boleh jadi, ini juga sebagai alasan banyaknya karyawan di Jakarta yang lebih memilih tinggal di Bogor. Mirip dengan orang Johor, Malaysia yang bekerja di Singapura dengan pendapatan dolar. Tapi belanjanya ringgit.

Jumlah anggota keluarga
Keluarga yang dimaksud di sini bukan sekadar keluarga inti. Tapi juga “penduduk” lainnya seperti pembantu atau keluarga besar. Sepanjang kemampuan ekonomi memadai, tentu tidak masalah. Justru jadi persoalan ketika kebetulan kemampuan ekonomi ala kadarnya.

Jangan bayangkan pengeluaran untuk keluarga tambahan itu sekadar uang makan sehari-hari. Tapi juga harus dihitung pemanfaatan listrik hingga air. Bisa dipastikan kapasitasnya pun akan ikut lebih besar dari biasanya. Ujung-ujungnya ya tambahan pengeluaran.

Gaya hidup
Waspadai gaya hidup. Terutama gadget yang setiap bulan bisa lahir produk baru. Jika tak menahan diri, jangan heran kantong terus tipis walaupun pendapatan naik. Jangan sampai, begitu pendapatan bertambah sedikit sudah langsung kredit mobil. Perlu diingat, yang harus dibayar bukan sekadar cicilan, tetapi juga ongkos perawatan rutin serta bahan bakar. Bisa dipastikan, biaya juga ikut bertambah dibandingkan yang dikeluarkan sebelumnya.

Solusi paling sederhana dari kasus ini adalah menjaga pengeluaran tetap stabil. Kalaupun ada kenaikan, tidak lebih besar dari laju kenaikan pendapatan.

Namun, memang ada hal lain yang tidak bisa kita jaga, yaitu inflasi. Mau tak mau, kita hanya bisa menerima hal itu sebagai faktor eksogen atau faktor dari luar yang diterima apa adanya. Untuk hal ini, mungkin solusi investasi di tempat yang dirasakan aman dan mampu menjanjikan tingkat pengembalian (return) di atas angka inflasi bisa dijadikan solusi.

Anda bisa menanam investasi pada saham maupun emas. Bisa juga investasi campuran lewat reksadana. Terpenting yang perlu dikenali sebelum memulainya adalah kredibilitas dan legalitas perusahaan tempat menitipkan dana, serta risiko instrumen yang dipilih.

Salam.

Herry Gunawan, Pendiri Plasadana.com

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter