Sunday, August 11, 2013

BWF World Championships 2013 - Ahsan/Hendra Juara Ganda Putra

Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan (kanan)/Hendra Setiawan, melakukan selebrasi usai kemenangan mereka atas ganda China, Cai Yun/Fu Haifeng, pada babak semifinal BWF World Championships 2013, Sabtu (10/8/2013). | sports.sina.com

GUANGZHOU, KOMPAS.com - Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menambah gelar juara dunia bagi Indonesia, berkat kemenangan atas ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-13, 23-21, di final BWF World Championships 2013 yang berlangsung di Guangzhou, China, Minggu (11/8/2013).

Kedua pasangan bermain aman di game pertama. Sepanjang pertandingan, nyaris tak ada smes keras dari kedua kubu. Permainan cepat di game ini dimenangi Ahsan/Hendra dengan 21-13, dalam 11 menit.

Game kedua masih berlangsung cepat, dengan kedua pasangan masih mengandalkan drive cepat. Berbeda dengan game pertama, kali ini Boe/Mogensen memimpin perolehan hingga 11-10.

Ahsan/Hendra berhasil mengejar dan berbalik unggul. Mereka akhirnya menutup game ini dengan 23-21, sekaligus memastikan diri sebagai juara dunia.

Seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, ini adalah gelar juara dunia perdana bagi Ahsan/Hendra. Pada 2007, Hendra meraih gelar juara, tapi masih berpasangan dengan Markis Kido.

Hasil ini memastikan Indonesia meraih dua gelar di World Championships 2013, menyamai prestasi pada 2007.

BWF World Championships 2013 - Tontowi/Liliyana Juara Ganda Campuran

Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad (kanan)/Liliyana Natsir, mengepalkan tangan seraya berteriak setelah berhasil mencetak skor atas ganda China, Xu Chen/Ma Jin, pada pertandingan final BWF World Championships 2013, di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Minggu (11/9/2013). | sports.sina.com
GUANGZHOU, KOMPAS.com — Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mempersembahkan gelar juara dunia bagi Indonesia setelah berhasil mengalahkan Xu Chen/Ma Jin, 21-13, 16-21, 22-20, pada laga final BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013, di Guangzhou, China, Minggu (11/8/2013).

Tontowi/Liliyana bermain jauh lebih baik dibanding saat berlaga di semifinal, ketika mengalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei. Mereka memimpin perolehan poin dan mampu mempertahankannya hingga akhir game pertama dengan 21-13.

Xu/Ma bermain lebih rapi di game kedua, yang membuat perolehan poin jadi lebih ketat hingga 11-11. Sayangnya, Tontowi/Liliyana mulai banyak melakukan kesalahan, yang memudahkan pasangan China unggul 18-13.

Tontowi/Liliyana bekerja keras untuk memangkas ketertinggalan, tetapi belum cukup untuk menghentikan laju Xu/Ma yang akhirnya menutup game ini dengan 21-16.

Game ketiga berlangsung lebih ketat. Xu/Ma sedikit menjauh dengan 16-14, tetapi Tontowi/Lilyana berhasil mengejar hingga skor imbang 17-17.

Melewati laga menegangkan, Tontowi/Liliyana akhirnya meraih kemenangan dengan 22-20.

Ini adalah gelar juara dunia pertama bagi Tontowi/Liliyana sebagai pasangan. Liliyana sudah pernah menjadi juara pada 2005 dan 2007, tetapi ketika itu masih berpasangan dengan Nova Widianto.

Indonesia masih punya kesempatan menambah gelar juara lewat ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang akan menghadapi Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark.

Tuesday, August 06, 2013

Sejarah Nama Dan Logo Nokia


Tentunya nama perusahaan satu ini tidak asing lagi di telinga kita. Nokia adalah perusahaan asal Finlandia yang pernah menjadi jawara di dunia mobile beberapa tahun lalu. Tahukah Anda sejarah dari logonya itu?

Pada tahun 1865, dua orang pebisnis bernama Fredrik Idestam dan Leo Mechelin mendirikan sebuah perusahaan pembangkit listrik di Tampere, Finlandia.

Karena didirikan di pinggiran sungai, logo pertama perusahaan satu ini adalah bergambar ikan, karena di saat pendirian perusahaan, di sungai Nokianvirta yang akhirnya digunakan sebagai nama resmi Nokia merupakan jalur dari ikan Salmon yang ingin menetaskan telur mereka. Logo dan nama tersebut mulai resmi digunakan pada tahun 1871.

Namun, beberapa tahun setelahnya, Idestam mengubah perusahaannya tersebut menjadi sebuah perusahaan kayu.

Perusahaan yang didirikan di pinggiran sungai ini berhasil memproduksi kertas yang kemudian diekspor ke Rusia, Inggris, Prancis dan berbagai negara di dunia.

Karena sudah berbeda jenis usahanya, Nokia mengubah logo mereka menjadi sedikit minimalis yaitu lingkaran hitam dengan nama Nokia melengkung di tengahnya, pada tahun 1898. Bahkan perusahaannya pun dipindahkan ke Helsinski.

Pada tahun 1967, Nokia merger dengan perusahaan Finlandia lain bernama Finnish Cable Works dan dari penggabungan tersebut akhirnya muncul nama baru yaitu Nokia Corporation.

Oleh karena sudah terbentuk sebuah perusahaan baru, maka diperlukan sebuah logo yang baru pula. Akhirnya tercetuslah sebuah logo baru dengan warna tulisan biru muda dengan tiga panah berada di bagian ujungnya.

Awalnya, warna tulisan Nokia tersebut adalah biru tua agar mirip dengan warna bendera Finlandia. Namun, beberapa waktu kemudian, mereka menggantinya menjadi biru muda.

Tiga panah yang berada di ujung tulisan sebelah kanan atas tersebut memiliki artian yang berhubungan dengan perangkat mobile dan koneksi dari ponsel ke tower (BTS).

Hal tersebut cukup masuk akal, karena setelah merger, Nokia lebih memfokuskan diri untuk memulai bisnis di bidang pertelekomunikasian dan produksi perangkat mobile.

Nokia mulai menghilangkan tiga tanda panah tersebut dan menggantinya dengan tulisan saja karena ingin lebih fokus lagi pada filosofi perusahaan yaitu kemudahan (simplicity), reliabel (reliability) dan kemudahan dalam koneksitas (ease of connectivity).

Sebagai pengganti tiga tanda panah tersebut, Nokia menggunakan nama Connecting People di bawah nama Nokia. Awalnya, tulisan Connecting People sangat sederhana karena hanya menggunakan font Times New Roman.

Nampaknya jajaran petinggi Nokia masih belum puas akan logonya ini, maka mereka menyewa seorang pakar typografi untuk mendesain logo tersebut. Dari tangan Erik Spiekermann, sang pakar typografi tersebut, maka lahirlah tulisan dengan desain font serta warna baru (biru tua).

Tidak hanya itu saja, Nokia juga membuat satu brand ilustrasi dengan gambar dua tangan yang terkesan ingin saling terkait. Maksud dari ilustrasi tersebut adalah Nokia Corporation percaya bahwa mereka mampu membawa pelanggan dan konsumen mereka secara bersama ke puncak.
Logo Nokia 1 Logo Nokia 2 Logo Nokia 3 Logo Nokia 4 Logo Nokia 5 Logo Nokia 6

Sumber: Wikipedia.org, Ipm.ge, Fundingunviverse.com, Famouslogo.us, Nokiauser.net, Mobile-Review.com

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter