Sunday, November 05, 2017

Bahaya Mabuk-mabukan Dengan Menenggak Hand Sanitizer


KOMPAS.com -  Anda tentu tahu cairan pembersih atau hand sanitizer yang sering ditemukan di rumah sakit atau ruang praktek dokter. Nah, karena mengandung alkohol, beberapa orang tidak sekedar menggunakannya untuk membersihkan tangan, tapi juga untuk mabuk-mabukan.
Karena harganya yang murah dan mudah didapat, hand sanitizer akhirnya dilirik sebagai alternatif minuman beralkohol. Apa saja bahaya yang didapat ketika seseorang minum hand sanitizer? Apakah bisa sebabkan kematian?

Yang jelas hand sanitizer tidak ditujukan untuk dikonsumsi. Cairan pembersih tangan ini hanya boleh digunakan di luar tubuh, yaitu untuk kulit. Namun, beberapa orang menyalahgunakan hand sanitizer karena bisa memberikan efek memabukkan seperti minum minuman keras.

Padahal tingginya kandungan alkohol yang ditemukan di kebanyakan pembersih tangan malah menimbulkan risiko berbahaya jika digunakan secara tidak tepat. Penyalahgunaan ini rupanya bukan hal yang baru. Dikutip dari New York Times, di tahun 2015 ada lebih dari seribu orang yang tercacat sengaja minum hand sanitizer. Dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Parahnya lagi, kebanyakan korban yang minum hand sanitizer adalah anak kecil dan remaja yang memang masih dilarang membeli minuman beralkohol. Karena itu, mereka pun memilih hand sanitizer yang lebih mudah didapatkan dan kadar alkoholnya jauh lebih tinggi daripada bir atau minuman beralkohol lainnya.

Alkohol dalam hand sanitizer
Pembersih tangan atau hand sanitizer umumnya mengandung alkohol etanol yang sudah tercampur dalam bentuk gel. Para produsen hand sanitizer banyak yang mengklaim produk mereka ampuh membunuh 99,9 persen kuman di tangan.


Harus Anda ketahui juga, untuk membunuh berbagai bakteri dan virus, produk pembersih tersebut mengandung setidaknya 60 sampai 70 persen alkohol. Bahkan ada beberapa merek yang menggunakan bahan aktif alkohol sampai 90 persen.

Coba bandingkan dengan sebotol bir yang mengandung hanya 5 persen alkohol atau minuman keras seperti wine yang mengandung 12 persen alkohol. Bedanya jauh sekali, bukan? Belum lagi, jenis alkohol yang dipakai untuk meracik hand sanitizer berbeda daripada alkohol yang ada dalam minuman keras, dan efeknya jauh lebih berbahaya.

Ketika Anda minum hand sanitizer sebanyak 44 mililiter saja (hampir sebotol kecil), efeknya berkali-kali lipat lebih bahaya daripada efek segelas minuman beralkohol. Di dalam tubuh, alkohol akan memengaruhi sistem saraf, menciptakan sensasi pikiran yang lebih santai, dan menumpulkan kemampuan otak untuk berpikir jernih.

Tidak sengaja mengonsumsi hand sanitizer dalam jumlah sedikit, misalnya karena menjilat tangan setelah pakai hand sanitizer, umumnya tidak mengakibatkan efek samping apa pun. Namun, bila Anda minum cukup banyak, efek samping yang bisa muncul yaitu mual dan muntah.

Sedangkan kalau seseorang memang sengaja mengonsumsi hand sanitizer untuk mabuk-mabukan, risikonya adalah keracunan alkohol. Tanda-tanda keracunan alkohol dalam hand sanitizer bisa berupa pusing dan meracau tidak jelas.

Menurut Alexander Garrard, seorang pakar ilmu toksikologi yang menjabat sebagai direktur Washington Poison Center di Amerika Serikat, mabuk dengan cairan pembersih tangan sangat berbahaya. Selain keracunan parah, minum hand sanitizer bisa sebabkan gangguan pernapasan, hilang kesadaran (pingsan), koma, hingga kematian.

Risiko ini akan semakin meningkat bila hand sanitizer dikonsumsi remaja atau anak-anak. Ini karena organ hati (liver) anak-anak belum sempurna seperti pada orang dewasa. Kemampuan hati untuk menyaring dan membuang racun-racun yang masuk dalam tubuh masih terbatas. Akibatnya, bahan kimia serta alkohol dalam hand sanitizer yang dikonsumsi malah akan diserap oleh tubuh, bukannya dibuang.

Source : Kompas.Com

No comments:

Post a Comment

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter