Friday, January 23, 2009

Film Indonesia - Tahun 1928

Lily van Java

Produser: Liem Goan Lian, Tjan Tjoen Lian
Sutradara: Nelson Wong
Penulis:
Pemeran: Lie Lian Hoa, Lie Bouw Tan, Kwee Tiang An, Yah Kwee Pang
Warna: Hitam putih
Genre: Drama

Sinopsis

Kisah seorang gadis anak hartawan yang oleh ayahnya dipaksa menikah dengan seorang pemuda, sedangkan gadis itu telah punya hubungan asmara dengan pemuda lain.

Catatan


Film bisu. Perusahaan ini disebut sebagai "kongsie pembikinan film Tionghoa yang pertama di Indonesia." Film ini mula-mula dikerjakan oleh orang Amerika, Len H. Ross, tapi diselesaikan oleh Nelson Wong, dengan bantuan Joshua dan Othniel Wong. Seluruh proyek ini diambil alih oleh perusahaan Wong bersaudara itu dengan nama Halimoen Film. Kedua gadis pemain film ini adalah anak "twako" atau "mafia" Jl. Kapasan, Surabaya. Skenario film ini diperiksakan dulu pada Filmcommissie (semacam badan sensor).

Sumber :
- Aktuil no 3/XII, 3/12, 1979
- Wawancara dengan Joshua dan Othniel Wong, 1972
- Pewarta Soerabaia, 12/6, 19/6 dan 21/6, 1928

Courtesy Of : Www.FilmIndonesia.Or.Id

Resia Boroboedoer

Produser:
Sutradara:
Penulis:
Pemeran: Olive Young
Warna: Hitam putih
Genre: Petualangan

Sinopsis

Young Pei Fen (Olive Young) berangkat dari Cina ke Borobudur, karena membaca warisan ayahnya, Young Lun Fah, sebuah buku rahasia (resia) candi terkenal Borobudur, yang terletak di dekat Muntilan, Jawa Tengah. Maksudnya: mengambil satu guci yang berisi abu Sang Budha Gautama. Di tempat itu ia dihalangi oleh Gandha Soewastie. Gandha dipukul hingga jatuh. Sahabatnya, Kusumo, tidak senang dan ingin membinasakan Pei Fen dengan guna-guna. Gandha menggagalkan maksud itu. Sebelum berhasil, ia jatuh pingsan oleh asap beracun. Gandha kembali menolongnya, karena ia pernah berhutang nyawa pada ayah Pei Fen. Akhirnya Pei Fen insyaf dan memutuskan jadi pendeta untuk menjaga candi itu.

Catatan

Film bisu. Bintang Olive Young berasal dari Shanghai, Cina. Film ini dikritik keras oleh Kwee Tek Hoay, karena gambarnya yang buram dan tidak perloe moesti orang djoestain dengan begitoe kasar, karena penonton jang ada poenja pengertian soedah tentoe mendjadi djemoe. Yang terakhir ini lebih-lebih mengenai dengan bahasa apa gadis Tiongkok itu berunding panjang lebar dengan Gandha dan para jongos hotel.

Sumber :
- Panorama th III no 136. 20/7, 1929
- Doenia Film th I no 1, 1929
- De Vesteging Een Indische Filmindustrie, Koloniale Studien 25e Jaargang 1941

Courtesy Of : Www.FilmIndonesia.Or.Id

Setangan Berloemoer Darah

Produser: Tan Boen Soan
Sutradara:
Penulis:
Pemeran:
Warna: Hitam putih

Catatan

Film bisu.

Sumber :
- Sastra Melayu-Tionghoa, Nio Joe Lan, hlm 47
- De Vesteging van Een Indische Film Industrie, Coloniaale Studien 25e Jaargang 1941, hlm 395
- Produksi Film Tjerita di Indonesia, Armijn Pane, Majalah Pendidikan dan Kebudayaan no 6, 1953, hlm 7 dan 49


Courtesy Of : Www.FilmIndonesia.Or.Id

No comments:

Post a Comment

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter