Wednesday, December 21, 2011

Berkirim SMS Seks, Normalkah?


Kecanggihan teknologi memudahkan orang berkomunikasi, termasuk dalam urusan seksual. Perilaku berkirim SMS berkonten seksual atau sexting, phone sex atau bahkan beraksi mesum via webcam barangkali sudah banyak dilakukan. Normalkah hal ini?

Menurut pakar psikolog seks Zoya Amirin M.Psi, perilaku tersebut sejatinya normal saja namun dengan syarat khusus. Yaitu dilakukan oleh pasangan yang sah alias suami istri. Terutama yang terpaksa dipisahkan jarak sehingga sering tidak bertemu secara fisik.

"Bagi suami istri yang LDR (Long Distance Relationship), misalnya karena suami pelaut, angkatan, marketing yang sering jauh-jauhan, saya malah menyarankan untuk sexting. Secara emosi dia terkoneksi saat melakukan sexting dengan pasangannya," kata Zoya kepada detikINET.

Sexting dinilai bisa menimbulkan ikatan emosional antar suami istri. Juga membuat rasa kangen memuncak dan akan menjadi pelampiasan indah kala keduanya bertemu.

"Begitu juga phone sex bahkan video call dengan pasangan, lakukan saja. Itu tidak akan berbahaya jika dilakukan dengan pasangan, maksudnya yang suami istri," tambah dia.

Ya, aktivitas tersebut sah dan normal saja dilakukan oleh pasangan suami istri. Namun jika dilakukan dengan orang lain yang bukan pasangannya, mungkin bisa menimbulkan gangguan secara psikologis.

Di sisi lain, Zoya menambahkan sejatinya ada gangguan psikologis terkait phone sex yang disebut sebagai phone scalotogia. Orang yang menderita gangguan ini senang melakukan pelecehan melalui telepon, biasanya pada orang yang tidak dikenal.

"Contohnya dia puas dengan bilang 'aku tahu ya kamu pake BH warna putih'. Dia juga bisa orgasme kalau dengar cewek yang diteleponnya marah-marah," ujar Zoya.

Source : Detik Inet

No comments:

Post a Comment

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter