Wednesday, January 26, 2011

Eksklusif Wawancara Alfred Riedl - Tanya-Jawab Tentang PSSI, U-23, LPI, Irfan Bachdim, Syamsir Alam Dan Boaz Solossa

Di sela-sela Kongres Tahunan PSSI di Tabanan, Bali, akhir pekan lalu, Chief Editor GOAL.com Indonesia Bima Said berkesempatan menemui pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl di Warung Made, Seminyak. Pelatih yang sedang menyiapkan tim Garuda Muda jelang Pra-Olimpiade dan SEA Games itu ditemani deputi bidang teknis BTN Iman Arif dan manajer timnas U-23 Adjie Massaid. Suasana wawancara berlangsung santai, Riedl berbincang sambil menyantap makan malam nasi goreng spesial. Tidak lupa, sejumlah pertanyaan dari pembaca diajukan pula kepada pria asal Austria itu.


Goal.com: Bagaimana tanggapan Anda tentang acara tadi [Kongres PSSI]?
Riedl:
Ini pengalaman yang baru bagi saya, unik karena di Austria tidak ada hal seperti ini. Biasanya jarang ada rapat. Saya tidak mengerti sepenuhnya apa yang disampaikan dalam presentasi ketua umum yang berlangsung tiga jam non-stop. Saya juga memperhatikan ada beberapa orang yang menahan rasa kantuk bahkan ada beberapa anggota tertidur.

Goal.com: Bagaimana kesan-kesan Anda tentang pemain-pemain muda Indonesia selama seleksi U-23 berlangsung?
Riedl:
Secara keseluruhan sudah bagus, masih ada beberapa kekurangan di timnas Pra Olimpiade, yang jelas kami harus latihan keras supaya tim lebih solid menjelang SEA Games. Saya yakin anak-anak ini bisa semakin baik.

[Deputi Bidang Teknis Iman Arif menambahkan, "Kami akan menyiapkan ujicoba melawan klub lokal pada awal Februari, lalu pada minggu kedua melawan Australia (Western Regional) atau Hongkong U-23. Kami mengutamakan Hongkong, agar bisa menyesuaikan diri dengan situasi iklim dan cuaca di Ashgabat, Turkmenistan."]

Goal.com: Turkmenistan saat ini rangking 133 di FIFA, tidak terlalu jauh dari Indonesia yang menempati urutan ke-126. Bagaimana Anda menilai Turkmenistan?
Riedl:
Turkmenistan adalah lawan yang tangguh. Sebagian dari pemain-pemain yang akan dihadapi adalah pemain-pemain sama yang pernah mencapai final AFC Challenge Cup 2010, ketika kalah dari Korea Utara melalui adu penalti. Tapi di Asian Games 2010, tim U-23 mereka sudah mengalahkan Vietnam 6-2 sebelum kalah tipis dari Thailand [1-0 lewat perpanjangan waktu] pada babak 16 besar.

Goal.com: Banyak yang masih menanyakan tentang Irfan Bachdim yang batal seleksi U-23. Terdapat dua argumentasi. Pertama, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menilai ada Program Indonesia Emas (PRIMA) yang dirancang sebagai Peraturan Presiden untuk Olimpiade dan SEA Games. Di dalamnya terdapat izin, seorang pemain dapat dipanggil melalui federasi yang menaunginya atau penunjukan langsung oleh pelatih. Selain itu, kabarnya Philip dan James Younghusband akan tetap dipakai timnas Filipina meskipun pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) nanti. Mereka akan membela Jakarta FC 1928 mulai Maret mendatang. Bagaimana menurut Anda?
Riedl:
Saya terikat kontrak di bawah PSSI. Secara pribadi, saya tidak ada masalah dengan LPI atau Irfan Bachdim, tapi yang memberikan saya pekerjaan adalah PSSI, dan kalau mereka mengatakan saya harus memilih pemain dari liga yang direstui mereka, saya tidak punya suara. Saya bisa leluasa di dalam lapangan, dan hal-hal yang terjadi di luar kadang sulit dikontrol. Saya harus mematuhi peraturan ini karena saya di bawah PSSI, meskipun saya ingin mendatangkan Irfan dan Kim [Jeffrey Kurniawan] ke dalam skuad U-23. Kita juga jangan menilai Irfan adalah satu-satunya pilihan. Anda perhatikan pada Piala AFF? Dia bermain baik dalam dua pertandingan awal, tapi untuk pertandingan penting melawan Thailand dan Filipina, performanya justru drop.

Goal.com: Bukankah itu disebabkan faktor nonteknis?
Riedl:
Saya melihat kenyataannya saja, penampilan Irfan menurun waktu itu. Apakah disebabkan sorotan media atau acara-acara di luar, saya butuh bukti di lapangan. Sekarang dia ikut LPI dan saya khawatir akan semakin menurun. Seorang pemain hebat akan menurun kualitasnya apabila bermain di liga manapun dengan level permainan yang lebih rendah.

[Iman Arif menambahkan, "Pada waktu itu Badan Tim Nasional sudah menyampaikan undangan resmi kepada Irfan maupun Kim. Kami menunggu pada hari pertama seleksi tapi mereka tidak muncul. Padahal keduanya siap ditampung. Kim diketahui memang masih cedera tapi kehadirannya tetap ditunggu sebagai bukti dia mau bergabung ke timnas. Sayangnya dia tidak datang."]

Goal.com: Apakah tadinya terdapat pemain lain dari LPI yang bisa dipertimbangkan untuk bergabung ke timnas U-23?
Riedl:
Tadinya hanya Irfan yang ikut seleksi. Kim juga belum tentu dipilih karena dia belum bermain, belum 100 persen fit.

Goal.com: Bagaimana penilaian Anda terhadap Syamsir Alam?
Riedl:
Luar biasa! Dia pemain hebat. Memang pada waktu itu [hari pertama seleksi 7 Januari 2011] dia mengalami cedera. Tapi saya melihat dia selama tiga atau empat jam sudah cukup untuk mengetahui potensinya. Syamsir Alam punya bakat yang bagus, sangat kuat dan postur di atas rata-rata untuk seorang pemain Indonesia, dan skills bagus. Mungkin saat ini masih terlalu muda, tapi kita bisa mempertimbangkan lagi 1-2 tahun ke depan. Dia wajib menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari Uruguay dan mencari pengalaman bertanding sebanyak-banyaknya. Selanjutnya dia akan menjadi pemain profesional, kemudian kita lihat saja nanti.

Goal.com: Tapi apakah Anda masih di sini tahun depan?
Riedl:
Tergantung hasil di SEA Games nanti, kita harus meraih emas. Kalau tidak, saya mungkin lebih baik kembali ke Austria.

Goal.com: Boaz Solossa belakangan ini bersinar di Persipura.
Riedl:
Ya, saya masih memantau dia.

Goal.com: Apakah Anda akan mempertimbangkan Boaz untuk kembali memperkuat timnas?
Riedl:
Saya tidak perlu mempertimbangkan apapun karena saya akan memanggil dia lagi. Biarkan dia terus bermain di klubnya [Persipura], saya perlu dia membuktikan segalanya di atas lapangan, dan suatu saat akan dipanggil ke Jakarta, tapi saya perlu dia menjaga kedisiplinan di dalam maupun luar lapangan. Kalau melenceng lagi, saya akan kembali coret dia. Tapi yang jelas dia masih diberi kesempatan.

Goal.com: Bagaimana tanggapan Anda tentang politik yang berada di dalam lingkungan sepakbola Indonesia?
Riedl:
Tidak peduli.

Goal.com: Apabila Anda sudah bekerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang baik, tapi orang lain mengakui itu justru kerja kerasnya dia, bagaimana reaksi Anda?
Riedl:
Saya memahami betul maksud Anda. Terus terang saya tidak akan suka, tapi di sisi lain saya juga tidak butuh pujian, jadi saya tidak akan mempermasalahkannya. Saya terus bekerja untuk mendatangkan prestasi.

Source : Www.Goal.Com

No comments:

Post a Comment

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter