Wednesday, January 25, 2012

Ketika Wayang Dan Batik Susupi Angry Birds

Pemenang lomba kostum Angry Birds berfoto bersama Peter Vesterbacka. 

Wayang, batik dan Bali. Tiga hal itu barangkali yang paling dikenal dari Indonesia di mata dunia. Apa yang terjadi jika ketiganya masuk dalam game populer Angry Birds?

Pertanyaan itu membayangi peluncuran Nokia Asha 300 yang turut menghadirkan Chief Marketing Officer Rovio, Peter Vesterbacka.

Dalam event yang digelar di Kempinski, Jakarta, Rabu (25/1/2012), unsur wayang dan batik memang muncul. Yaitu melalui hadirnya pemenang lomba kostum yang digelar Nokia dalam Angry Birds Playground di Cilandak, Senin (23/1/2012).

Pemenang pertama dan kedua, menampilkan perpaduan Angry Birds dan wayang. Sedangkan pemenang ketiga menampilkan kostum Angry Birds dengan aksen batik dan tulisan I Love Indonesia di punggungnya.

Tapi bagaimana dengan di game Angry Birds? Peter mengatakan, memang unsur batik dan Bali adalah dua hal pertama yang muncul saat memikirkan Indonesia. Ia juga pernah bertemu beberapa orang yang mengusulkan hadirnya Garuda di game itu.

Kami mengerti (keinginan) itu, tapi kami ingin menyelami lebih dalam, apa saja yang bisa digali dari Indonesia," ujar Peter.

Itulah mengapa Rovio bersama Nokia kemudian menggelar kompetisi ide. Nantinya dari ide itu diharapkan bisa hadir varian Angry Birds yang "Indonesia Banget".

Ashwin Sasongko, Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengaku senang dengan upaya seperti itu.

Ia pun berharap,  para pengembang aplikasi lokal bisa belajar banyak dari Rovio. "Sehingga nantinya ikut memajukan industri di Indonesia," ujarnya.

Senada dengan Ashwin, Edi Taslim, Vice Director Kompas Cyber Media mengatakan aplikasi buatan Indonesia harusnya bisa dinikmati juga di tingkat global.

"Saya yakin developer Indonesia bisa mengembangkan aplikasi yang mendunia. Kita harus lahirkan pengembang sekelas Rovio di sini," tukasnya.

No comments:

Post a Comment

FanPage Taste Of Knowledge

Popular Posts

My Twitter