Komputer_MOE !!!

Text

Selalu menyenangkan memiliki media baru untuk berekspresi. Dengan harapan agar menjadi panduan untuk meniti hari-hariku serta menyertai langkah-langkahku menyongsong indahnya dunia. Silakan tinggalkan komentar, apapun itu, demi kenyamanan dan kegembiraan yang bisa kau temui disini.

Info PENTING!

Selain Anda dapat membaca artikel berkualitas, Anda juga dapat menggunakan widget utility menarik lainnya di blog saya seperti Chat Via E-Buddy, SMS Gratis, Ataupun Menonton TV Streaming.

Dan kini Blog MyAkise sudah bisa di akses Via Mobile, Silahkan ketik link http://myakise.blogspot.com/?m=1 di perangkat mobile Anda.

Terima Kasih Dan Semoga Bermanfaat.

Monday, January 07, 2013

(Mungkin) Ini Akhir Masa Indah Arsenal – Arsene



Setiap manis ada akhirnya yang selalu pahit. Arsenal telah dipimpin Arsene Wenger sejak 1996-Sekarang, bukan sebuah jangka waktu yang sebentar dan Arsene sudah memberbanyak gelar kepada Arsenal.

Wenger sendiri telah menerima 11 gelar pribadi selama melatih di Inggris bersama Arsenal. 3 Premier League, 4 FA Cup dan 4 Community Shield bukan sebuah PR mudah yang bisa diselesaikan hanya dalam 5-6 tahun melatih, butuh belasan tahun untuk melakukannya namun Ironi-nya adalah Arsene telah gagal membuat Arsenal Juara apapun itu (kompetisi yang Arsenal ikuti ialah Champions League, FA Cup, Carling Cup, dan Premier League) dari semua kompetisi yang Arsenal jalani selama 8 Tahun terakhir dan terus berlanjut sampai sekarang.

Wenger memang membuat perubahan pada sepakbola inggris melalui kedisiplinan latihan, pola makan dan perncetakan bakat muda yang membuat Arsenal terus bersaing dipapan atas, tapi hanya sekedar papan atas bukan persaingan Juara. Praktis hanya Duo Manchester dan The Blues yang mempunyai Kans juara, kalau saya boleh kasar The Reds bisa lebih baik dari Arsenal dalam 8 Tahun terakhir berdasarkan perolehan gelar.

Jangan jadi Gooners munafik yang bilang ‘Gelar bukan barometer kesuksesan’. Ini bukan lelucon atau anekdot, ini adalah Fakta yang The Gooners sendiri sulit terima, tetapi bukan malah mengakui kekurangan, banyak The Gooners mempunyai 1001 macam alasan untuk berdalih kalau Arsenal masih lebih baik dari Manchester City yang 8 Tahun terakhir mempunyai gelar lebih banyak dari Arsenal, bahkan dari Liverpool yang 8 tahun terakhir telah mencicipi gelar UCL, FA Cup dan Carling Cup atau sekarang Capital One. The Gooners itu tetap Great Football (kadang) kalau kita bandingkan dengan Sp*rs. Setidaknya kalau kita bandingkan dengan rival kita yang selalu merasa lebih baik.

The truth hurts. Itulah sebuah kenyataan yang public Arsenal tidak bisa tampik dengan 1001 macam alasan. Loyalitas adalah masalah dalam tubuh Arsenal selama 7 tahun terakhir, setelah masa Dennis Bergkamp tidak ada pemain Arsenal yang loyal. King Henry? apakah anda bisa menyebut dia loyal saat dia pindah ke Barcelona demi memenuhi gelar Liga Champions? Tidak ada loyalitas pemain bintang saat
sebuah tim yang seharusnya mendapat Trofi setiap musim kemudian mengganti pemikiran bahwa Posisi 3 sudah berarti gelar.

Arsenal tidak akan memiliki Tony Adams, dan Dennis Bergkamp jilid 2 jika pemikiran Board of Director masih memikirkan pemangkasan gaji dan menggaji kecil untuk pemain  bintang padahal Arsenal sendiri belum juara selama 8 tahun. Posisi 3 hanya posisi yang diincar Sp*rs bukan Arsenal !

Nasri punya 100 alasan mengapa mengatakan bahwa City akan terus juara dan Arsenal hanya akan memperjuangkan peringkat 3 saja karena menang Arsenal bukan Arsenal saat dipegang David Dein.

Seakan Arsenal menjadi tempat percetakan pemain bintang yang haus akan gelar, tanyakan kepada Samir Nasri, Gael Clichy, Emmanuelle Adebayor, Francesc Fabregas, dan (mungkin) Robin Van Persie dan
Alex Song rasakan. Hanya Aleksandr Hleb yang mengatakan kalau meninggalkan Arsenal adalah salah, namum yang lainnya hanya bungkam karena hasrat Juara telah terpenuhi, bahkan tidak kuasa untuk mengejek Arsenal karena merasa lebih baik. Mungkin maaf kata jika Arsenal tidak menjadi juara (lagi) untuk 3 tahun kedepan, Olivier Giroud (mungkin) yang akan menjadi Top Skor Arsenal akan rela pergi dengan senang ke Klub yang bisa memberinya hasrat mendapat gelar. Ini bukan lelucon tapi kenyataan. Jack Wilshere tidak akan rela menyianyiakan bakatnya untuk tim yang merasa tempat ke-3 adalah sebuah pencapaian yang setara dengan gelar juara. Bolehkah kita bilang ‘ah lu kan binaan Arsenal, terima kasih donk!’, itu sah saja namun kita tetap harus menerima kenyataan dan mengesampingkan 1001 alasan bahwa memang Arsenal itu 0 Gelar dalam 8 tahun and keep counting dan itu Fakta yang tidak ada rumus lain untuk memecahkan. Mungkin itu alasan mengapa Sp*rs selalu merasa Arsenal dibawah mereka.

Loyalitas akan terbentuk jika Klub yang kita diami selalu mendapat gelar setidaknya biar kata jarang mendapat gelar tetapi mempunyai standart tinggi untuk selalu mendapat gelar dan menunjukan keseriusan membenahi squad saat transfer. Praktis hanya Andrey Arshavin dan Lukas Podolski yang merupakan nama besar yang mendarat di Emirates dalam beberapa tahun terakhir. Kemana Fernando Llorente, Hugo Lloris, Yoan Gourcuff, Jesus Navas, Karim Benzema, Gonzalo Higuain, Isco, Juan Mata, seperti yang diberitakan santer ke Arsenal? kembali itu hanya gossip belaka untuk setidaknya menunjukan ke para Gooners kalau Arsenal masih ‘ingin’ bersaing. Sebuah brainwash kalau pemain muda yang dibeli akan memberi gelar, namun saat waktunya mereka memberi gelar mereka akan pindah karena Arsenal sendiri Puasa Gelar.

Kita memang Arsenal Till Die, tetapi kita tidak ingin melihat Arsenal Die for Ivan Gazidis and Arsene. Sudah cukup lelucon transfer, dan target kocak Arsenal. Victoria Concordia Crescit ialah folosofi yang hanya sekedar tercantum di Jersey Arsenal. Tidak ada permainan yang melulu indah selama 2 musim terakhir, praktis hanya saat berhadapan dengan AC Milan dan Bayern Munich di Emirates yang sangat memorial. Arsenal yang kita Rindu ialah saat Arsenal bermain indah saat menaklukan West Ham, dan disitu filosofi Wenger terbukti. Namun, hal tersebut tidak terjadi saat menghadapi QPR. Memang Arsenal menang cuma MENANG HOKI !

Chants ‘we won the league at Manchester’ sudah kadaluarsa karena kelakuan konyol Andre Santos. memang dia Fans Favorite untuk Stand Up Comedy di sisi kiri pertahanan Arsenal, sampai sampai Lukas Podolski yang seharusnya menjadi Sayap Kiri ikut turun membantu Santos mematikan Valencia yang notabennya Cuma bisa lari. Derby United Arsenal tidak sepanas dulu saat Keown, Lehmann meneriaki Van Nistelrooy dan Vieira dengan Roy Keane. Sekarang akan ada selalu sesi tukar jersey saat derby itu selesai, terima kasih Andre Santos, bawa pulang saja kultur Brazil. Ini bukan Arsenal yang kita
Kenal.
Arsenal pernah juara Champions? Tidak, Juara apa terakhir kali? FA Cup 2005. Oh puasa gelar 8 tahun
yah? Iyah. Kita hanya bisa tertunduk malu mengakuinya. Sekali lagi Kita BUKAN Sp*rs ! Seandainya,
Arsenal Squad musim 2007-2008 masih ada sampai sekarang ‘mungkin’ Arsenal sudah mengakhiri
puasa gelar yang berkepanjangan.
Mungkin sudah saatnya mengatakan “Michael Laudrup or Josep Guardiola RT @piersmorgan: It’s
time for #Arsenal fans to suggest a replacement for Wenger – names, please.” Hentikan semua Lelucon ini
Arsenal ! “Benar kumencintaimu, tapi tak begini, dulu kalau tanding dengan MU kita pasti Ribut…….”
Victoria Concordia Crescit (Victory Through Harmony not Lucky)

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Berlangganan Artikel Via Feedblitz

Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz

SMS Gratis! Silahkan...


Make Widget

My Twitter

FanPage Taste Of Knowledge

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...