Komputer_MOE !!!

Text

Selalu menyenangkan memiliki media baru untuk berekspresi. Dengan harapan agar menjadi panduan untuk meniti hari-hariku serta menyertai langkah-langkahku menyongsong indahnya dunia. Silakan tinggalkan komentar, apapun itu, demi kenyamanan dan kegembiraan yang bisa kau temui disini.

Info PENTING!

Selain Anda dapat membaca artikel berkualitas, Anda juga dapat menggunakan widget utility menarik lainnya di blog saya seperti Chat Via E-Buddy, SMS Gratis, Ataupun Menonton TV Streaming.

Dan kini Blog MyAkise sudah bisa di akses Via Mobile, Silahkan ketik link http://myakise.blogspot.com/?m=1 di perangkat mobile Anda.

Terima Kasih Dan Semoga Bermanfaat.

Friday, January 25, 2013

Pelopor Video Game Di Ujung Tanduk

Dalam dunia game, nama Atari adalah legenda. Perusahaan inilah yang melalui sejumlah permainan sederhana seperti "Pong" dan "Asteroids" membawa video game ke rumah-rumah untuk pertama kalinya pada dekade 70-an.

Kini, pelopor video game tersebut tengah dilanda masalah keuangan.

Senin (21/1/2013) lalu, perusahaan berumur 40 tahun yang pernah mempekerjakan pendiri Apple Steve Jobs ini mengajukan bangkrut "Chapter 11", yaitu kebijakan perlindungan utang di Amerika Serikat yang memungkinkan sebuah perusahaan yang terancam bangkrut terus beroperasi tanpa menghadapi tuntutan dari pemberi utang.

Atari berharap bisa memperoleh investor untuk "memodali upaya masa depan, terutama di bidang game digital dan mobile." Perusahaan ini turut menjual aset-asetnya, termasuk logo Atari yang ikonik dan sejumlah franchise game (Asteroids, Tempest, dan Test Drive).

Langkah tersebut disinyalir merupakan usaha Atari untuk lepas dari perusahaan induk asal Perancis, Atari SA (dulu bernama Infogrames), yang membeli Atari tahun 2000 silam.

Atari sebenarnya berhasil menghasilkan profit dari bisnis game. Cabang perusahaan ini di New York, misalnya, melaporkan laba 4 juta dollar AS pada tahun fiskal 2012 yang didapat melalui "daur ulang" judul-judul game klasik Atari untuk platform mobile dan tablet.

Pertumbuhan perusahaan ini terhambat oleh perusahaan induknya sendiri yang banyak utang. Ditambah lagi, fasilitas kredit sebesar 28 juta dollar AS dari BlueBay asal London telah jatuh tempo bulan September tahun lalu.

Apabila permohonan Atari dikabulkan, perusahaan ini bisa membatasi utang dan membelanjakan uang untuk kembali mengembangkan judul-judul game.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Berlangganan Artikel Via Feedblitz

Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz

SMS Gratis! Silahkan...


Make Widget

My Twitter

FanPage Taste Of Knowledge

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...