Komputer_MOE !!!

Text

Selalu menyenangkan memiliki media baru untuk berekspresi. Dengan harapan agar menjadi panduan untuk meniti hari-hariku serta menyertai langkah-langkahku menyongsong indahnya dunia. Silakan tinggalkan komentar, apapun itu, demi kenyamanan dan kegembiraan yang bisa kau temui disini.

Info PENTING!

Selain Anda dapat membaca artikel berkualitas, Anda juga dapat menggunakan widget utility menarik lainnya di blog saya seperti Chat Via E-Buddy, SMS Gratis, Ataupun Menonton TV Streaming.

Dan kini Blog MyAkise sudah bisa di akses Via Mobile, Silahkan ketik link http://myakise.blogspot.com/?m=1 di perangkat mobile Anda.

Terima Kasih Dan Semoga Bermanfaat.

Friday, February 25, 2011

Edukasi - Yuk, Berlatih Meresensi Buku!


ILUSTRASI-Banyak hal perlu diketahui tentang resensi, mulai dari panduan hingga catatan yang perlu diperhatikan dalam menulis resensi. Resensi itu berbeda dengan ringkasan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak ada buku yang tidak bisa diresensi. Bagi para siswa, belajar meresensi buku sangat menyenangkan dan tidak sulit untuk memulainya.

Demikian diungkapkan pengasuh rubrik Pustakaloka di Harian Kompas, Shinta Ratnawati, saat membawakan acara pelatihan resensi buku di acara Kompas Gramedia Fair (KG Fair) 2011 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (24/2/2011). Diadakan oleh tim pengasuh Pustakaloka, Harian Kompas, peserta pelatihan ini sangat beragam dan dari berbagai usia, yang bahkan tampak beberapa peserta kalangan siswa SMP.

Shinta menjelaskan, banyak hal perlu diketahui tentang resensi, mulai dari panduan hingga catatan yang perlu diperhatikan dalam menulis resensi. Menurutnya, resensi berbeda dengan ringkasan.

"Resensi itu lebih dalam, deskriptif, dan harus ada evaluasinya," ujar Shinta.

Ia menambahkan, sebuah resensi buku harus memaparkan seluruh isi buku tersebut. Resensi itu juga harus menjawab, apa dan mengapa buku itu diresensi.

Shinta juga menjelaskan, resensi buku sifatnya harus independen, tidak boleh ada unsur promosi. Jika bagus harus bilang bagus dan jangan menutupi kekurangan obyek yang diresensi. Bahkan, ada baiknya sebelum dipublikasi dilakukan penyuntingan terhadap resensi buku itu.

"Jika berfikir bahwa sekali menulis itu sudah cukup untuk dipublikasi, itu salah," kata Shinta. (INDRA/C07)

Source : Kompas.Com

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Berlangganan Artikel Via Feedblitz

Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz

SMS Gratis! Silahkan...


Make Widget

My Twitter

FanPage Taste Of Knowledge

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...