Komputer_MOE !!!

Text

Selalu menyenangkan memiliki media baru untuk berekspresi. Dengan harapan agar menjadi panduan untuk meniti hari-hariku serta menyertai langkah-langkahku menyongsong indahnya dunia. Silakan tinggalkan komentar, apapun itu, demi kenyamanan dan kegembiraan yang bisa kau temui disini.

Info PENTING!

Selain Anda dapat membaca artikel berkualitas, Anda juga dapat menggunakan widget utility menarik lainnya di blog saya seperti Chat Via E-Buddy, SMS Gratis, Ataupun Menonton TV Streaming.

Dan kini Blog MyAkise sudah bisa di akses Via Mobile, Silahkan ketik link http://myakise.blogspot.com/?m=1 di perangkat mobile Anda.

Terima Kasih Dan Semoga Bermanfaat.

Wednesday, October 08, 2014

Pesawat Tanpa Awak Indonesia Untuk Militer

Pesawat terbang tanpa awak biasa disebut dengan istilah drone, baru saja dimiliki oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kali ini, menurut Heri Tri M, software engineer di BPPT,  drone kali ini lebih cenderung pada pesawat terbang tanpa awak yang dipakai untuk tujuan militer.

Sedangkan pesawat tanpa awak yang dipakai untuk aplikasi penyemaian bibit, hujan buatan atau pemantauan udara di sebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV). "Ini dikendalikan pakai remote, tetapi kalau ia (UAV) sudah tidak terlihat mata, ia pakai sistem autopiliot," kata Heri di gedung BPPT II, Jakarta.

UAV yang dikembangkan BPPT ini berjenis long range unmanned aerial vehicle. Dipamerkannya armada tanpa awak ini bagian dari rangkaian acara ulang tahun BPPT ke-36 yang jatuh pada 22 Agustus lalu.

UAV ini sudah dikembangkan sejak tahun 2000-an. Bisa mendarat di ladang rumput, atau ditangkap menggunakan jaring dan kabarnya belum dicoba untuk landing menggunakan parasut.


Daya Jelajah
Kemampuan jelajah UAV ini bisa mencapai ketinggian terbang 10 ribu kaki, membawa berat muatan 22 kilogram dengan kecepatan 65 knots. Pesawat yang dapat terbang selama 8 jam ini memerlukan bahan bakar bensin, dengan tangki penuh 15 liter, di mana 1 liternya bisa menempuh perjalanan sejauh 4 kilometer.

Heri mengungkapkan, BPPT pernah menguji coba UAV ini di beberapa wilayah Jawa Barat, seperti Pangandaran dan Batu Jajar. BPPT juga kabarnya bekerjasama dengan penyedia teknologi dari Jepang untuk menyematkan perangkat kamera pada UAV tersebut.

Kamera tersebut sudah dilengkapi dengan fitur stabilizer. "BPPT tidak menciptakan UAV untuk tujuan komersial, tetapi kami kerjasama dengan pihak ketiga, PT DI yang melakukan produksi dengan desain dari BPPT," tuturnya. Kemhan, salah satu kementerian yang pernah memesan UAV tersebut.

UAV jenis ini memiliki konfigurasi High Wing-Twin Boom-HTP+VTI dengan take off memakai gaya Catapult atau Runway.
(uky)

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Berlangganan Artikel Via Feedblitz

Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz

SMS Gratis! Silahkan...


Make Widget

My Twitter

FanPage Taste Of Knowledge

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...